Tim SAR gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/POLRI hingga sejumlah relawan di Balikpapan dilibatkan dalam pencarian.
Paman korban Supardi mengatakan, korban merupakan penderita berkebutuhan khusus. Pihak keluarga menyadari korban hilang pada Selasa siang usai korban tak kunjung pulang ke rumah.
"Biasanya siang jam 12 dia salat dan makanan yang disiapkan ini sudah dimakan, tapi pas kami lihat makanannya masih ada," kata Supardi kepada korankaltim.com, Rabu (7/2/2024).
Keluarga pun saat itu berupaya melakukan pencarian dengan bertanya kepada tetangga di samping rumah. Namun saat itu, tak satupun tetangga melihat keberadaan korban.
"Keluarga baru sadar hilang itu jam 4 sore, kok gak ada di rumah, tanya tetangga masyarakat sini gak ada juga yang tau, gak ada juga yang lihat lewat," kata dia.
Supardi menyebutkan bahwa terakhir kali korban terlihat mengenakan celana pendek berwarna coklat dengan kaos atasan bewarna putih. "Berkebutuhan khusus korban. Gak pernah keluar rumah, keluar itu paling salat atau beli gas," ungkap Supardi.
Tim SAR gabungan serta Relawan Info Bencana Balikpapan saat ini telah berada di lokasi pencarian. Rencananya satu unit drone akan diterbangkan untuk melihat lokasi yang mungkin dilewati korban.
"Kemudian kami juga akan menerjunkan satu unit perahu karet untuk menyusuri ke dalam perairan hutan Mangrove," kata Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali.
Editor: Maruly Z