Kepada Korankaltim.com Rabu (24/1/2024) hari ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty menjelaskan, penanganan yang baik membuat kasus kematian akibat DBD bisa teratasi. "Kalau dibandingkan periode yang sama tahun 2023 lalu kasus DBD di Balikpapan belum ada peningkatan," kata Andi Sri Juliarty.
Hingga penghujung tahun 2023, Dinkes Balikpapan mencatat terjadinya peningkatan kasus DBD, namun juga dibarengi dengan penurunan pada angka kematian. "Tahun 2023 kami menangani sebanyak 2.195 kasus, jumlah ini naik dibanding tahun 2022 sebanyak 1.897 kasus. Tapi pada kasus kematian mengalami penurunan, dari 7 kasus kematian ditahun 2022 menurun menjadi 4 kasus di tahun 2023," papar Andi.
Sejak tiga tahun terakhir terjadi tren pergeseran kasus DBD di Balikpapan, dimana saat ini DBD banyak ditemui di Wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah. "Balikpapan Utara dan Tengah yang terbanyak, jadi kami memilih menyasar anak-anak yang bersekolah di kawasan tersebut," jelas Andi.
Balikpapan sendiri menjadi kota pertama yang akan menerapkan vaksin DBD secara gratis, berdasarkam surat keputusan (SK) Gubernur Kaltim. Vaksin DBD tersebut merupakan inovasi untuk pencegahan dan penanggulangan kasus DBD yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur.
Proyek tersebut sejatinya telah dimulai sejak Juli 2023 tahun lalu namun tahapan tersebut baru dilaunching secara resmi pada 12 November 2023 setelah melalui analisi serta kajian. Vaksin DBD ini menurutnya merupakan pertama di Indonesia, Balikpapan sebagai daerah pilot project pun mendapat sebanyak 9.800 dosis yang dibiayai dari APBD Provinsi Kaltim.
Dari 9.800 dosis tersebut jumlahnya masih jauh dari kata cukup untuk warga Kota Balikpapan sehingga dalam penerapannya, Dinkes bakal mengkaji agar penyaluran vaksin DBD tepat sasaran dengan melihat usia rentan yang paling banyak terpapar DBD.
"Ternyata terbanyak pada usia 5 sampai 14 tahun, jadi kita sasarlah anak umur 5 - 14 tahun. Kemudian untuk bagaimana cara memberukan vaksin yang mudah pada anak usia tersebut, kita cari mereka berkumpulnya disekolah," sebut Andi.
Editor: Aspian Nur