Dalam kesempatan ini Menteri ATR/ Kepala BPN menyerahkan sebanyak 63 sertifikat tanah hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara door to door di tiga kelurahan yang ada di Kota Balikpapan.
Mengawali kunjungannya, Menteri ATR/Kepala BPN menuju Kelurahan Manggar Baru yang berada di wilayah Pantai Manggar. Sebanyak 38 sertifikat tanah pun diserahkan kepada pemilik rumah yang mayoritas bermata pencaharian petani dan nelayan.
Bertolak ke lokasi kedua, Menteri ATR/Kepala BPN menyerahkan sejumlah 11 sertifikat secara door to door di Kelurahan Lamaru. Beberapa sertifikat yang diserahkan yakni berupa rumah yang juga dijadikan tempat usaha kecil atau UMKM milik warga.
Mengakhiri rangkaian kegiatan hari ini, Menteri ATR/Kepala BPN menyerahkan sebanyak 14 sertifikat tanah dengan peruntukkan rumah tinggal di Kelurahan Teritip. Penyerahan dilakukan secara langsung kepada masing-masing pemilik rumah.
Kegiatan penyerahan sertifikat secara door to door rutin dilakukan Menteri ATR/ Kepala BPN pada setiap kunjungan kerjanya untuk berdialog dengan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memastikan pendaftaran tanah di daerah berjalan dengan baik tanpa adanya pungutan liar (pungli).
"Di Manggar baru total ada 1.600-an dan sudah selesai semua. Harapan saya segera, tahun ini untuk kota Madya Balikpapan ini bisa menjadi kota lengkap," kata Hadi Tjahjanto.
Untuk diketahui, Kota Balikpapan telah mendaftarkan 239.986 bidang tanah atau sebesar 90,95 persen dari total 263.876 bidang tanah. Sementara tanah yang telah bersertifikat sebanyak 229.341 bidang atau 86,91 persen dari total bidang tanah yang didaftarkan.
Sementara itu, Provinsi Kalimantan Timur memiliki estimasi total 1,82 juta bidang dengan capaian tanah terdaftar sebanyak 1,48 juta bidang atau sebesar 81,3 persen.
"Kota lengkap ini manfaat nya banyak sekali, disamping tanah yang sudah terdaftar, kita juga bisa menghantam mafia tanah, apa lagi nanti kita sudah masuk sistem elektronik, ini bisa melindungi hak-hak masyarakat," tegasnya.
Hadi pun berharap, program PTSL yang dijalankan ini bisa menjangkau seluruh masyarakat terutama warga Balikpapan yang sebentar lagi akan menjadi kota Penyangga IKN. Menurutnya, pemberian sertipikat kepada masyarakat ini akan mendongkrak perekonomian warga.
"Ini sangat sangat positif dan benar-benar bisa melindungi masyarakat, terutama aset mereka dalam hal ini tanah mereka," ujarnya.
Program PTSL sendiri merupakan program revolusioner yang mengakselerasi pendaftaran tanah di penjuru Indonesia dengan estimasi total 126 juta bidang tanah. Program ini berpengaruh terhadap economic value added di Provinsi Kalimantan Timur yang pada tahun 2023 mencapai Rp25,55 triliun.
Hadir mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam kunjungan kerja ini, Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Yulia Jaya Nirmawati, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Lampri dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur beserta Kepala Kantor Pertanahan Kota Balikpapan juga turut hadir, perwakilan Wali Kota Balikpapan serta jajaran Forkopimda setempat.
Editor: Maruly Z