Maria, satu diantara pemilik rumah menjelaskan, dirinya sudah meninggalkan rumah sejak tanggal 29 Desember pekan lalu karena dinding rumahnya sudah mengalami retak. Selain itu sejumlah material dirumahnya pun mulai berjatuhan akibat semakin parahnya pergerakan tanah. Maria yang khawatir karena punya anak kecil pun memilih mengungsi kerumah kerabatnya.
"Dari tanggal 29 Desember lalu saya sudah mengungsi karena sudah ada beberapa puing yang runtuh, dirumah juga ada anak kecil, jadi saya pilih ngungsi saja biar aman," kata Maria kepada Korankaltim.com Rabu (3/1/2023).
Hopmi, warga lainnya mengungkapkan hal yang sama. Tanah bergerak dirumahnya bahkan telah terjadi sejak tanggal 22 Desember 2023 lalu, namun saat itu pergerakan tanah yang terjadi masih dalam skala kecil.
Hingga beberapa hari kemudian, tepatnya pada tanggal 26 Desember kondisi dirumah Hopmi semakin parah. Sejumlah material dirumah Hopmi pun mulai ambruk, belum lagi jalan dikawasan perumahaannya yang baru saja di cor mendadak patah, padahal jalan tersebut baru sebulan dilakukan pengecoran. "Setiap menit gerak terus, yang parahnya pas tanggal 26 Desember langsung ambruk, jalan ini baru dicor satu bulan sudah patah," ungkap Hopmi.
Ketua RT 37 Andi Firmansyah mengungkapkan, tanah bergerak dikawasannya itu terjadi di dua blok Perumahan Polda, tepatnya di Blok 8 dan Blok 9 namun kerusakan terparah banyak dialami rumah yang berlokasi di Blok 9.
Kondisi tersebut semakin parah sehari sebelumnya, saat Balikpapan dilanda hujan deras selama dua hari berturut-turut. Andi bersama warga pun memeriksa kondisi warganya, khawatir terjadi sesuatu, mengevakuasi warga kelokasi aman untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
"Kejadian parahnya kemarin malam setelah hujan deras, langsung kami evakuasi warga yang menempati rumahnya supaya tidak ada korban jiwa," papar Andi.
Editor: Aspian Nur