Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid mengatakan, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi kedalaman dangkal akibat aktivitas Sesar Lokal. Menurutnya, gempa yang terjadi merupakan gempa dari sesar yang sama, yang terjadi beberapa bulan lalu dari sesar Mangkalihat.
"Masih aktifitas yang sama dari sesar Mangkalihat, yang membentang di sekitar Biduk-Biduk sampai ke timur laut," kata Rasmid melalui sambungan selule pagi ini.
Gempa yang terjadi di Kalimantan bagian Timur saat ini menurut Rasmid merupakan dampak dari peningkatan aktifitas gempa di Sulawesi. Dimana saat ini, aktifitas pada sesar Palukoro di Sulawesi yang membentang lurus dari Donggala.
Desakan gempa yang terjadi di Sulawesi kearah barat tersebut cukup besar. Desakan yang terjadi dari aktifitas gempa di Sulawesi akan menyebabkan stress pada sesar Mangkalihat. Ketika stress yang diterima pada batuan sudah melampaui batas, maka akan dilepaskan dalam bentuk gempabumi.
"Setiap desakan atau stress yang diterima dari sulawesi itu akan disimpan dulu sama batuan yang ada di sesar Mangkalihat. Ketika batuan itu sudah tidak kuat lagi maka dia akan langsung melepaskan dalam bentuk gempa bumi, patah batuan itu," ungkap Rasmid.
Kejadian gempa di Sulawesi lanjut Rasmid, terjadi lebih dari sekali dalam sehari atau mencapai puluhan dalam sebulan. Aktifitas tersebut akan membuat desakan batuan dari sesar Palukoro yang masih tersambung ke sesar Mangkalihat stress dan membuat patahan pada batuan. "Tumpukan aktifitas gempa ini kemudian yang memicu gempa di Kaltim," tutup Rasmid.
Editor Aspian Nur