Setelah sebelumnya pukul 08.00 WITA ada pohon tumbang di Jalan Soekarno Hatta, Km 15 Karang Joang Balikpapan Utara yang melintang di jalur jalan dan menyebabkan kemacetan, pada pukul 09.30 WITA atau sekitar satu jam setengah setelanya ada lagi pohon tumbang saat hujan deras mengguyur Kota Beriman.
Pohon tumbang kedua terjadi di Jalan Komplek PU III, RT 19 Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota. Akibat pohon tumbang ini, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan kantor sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Santa Miriam yang berada di seberang jalan dimana pohon tersebut berada terimbas.
Pohon raksasa yang tumbang merupakan jenis pohon beringin dengan diameter batang sekitar satu meter dengan ketinggi mencapai 15 meter lebih. Guyuran hujan yang terjadi sejak dua hari terakhir diduga membuat pohon tua itu tidak kuat menahan beban daun dan ranting yang basah.
Kepala Sekolah PAUD Santa Miriam Juliana mengatakan, sebelum rubuh seorang pekerja sekolah sempat melihat tanah diseberang sekolah tersebut terangkat. Juliana yang khawatir terjadi sesuatu lantas menghubungi pihak keluarahan agar segera mendapat penanganan. Pasalnya ditanah yang terangkat tersebut berdiri pohon besar. Murid di PAUD itu pun dievakuasi untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.
"Sekitar jam delapan belum rubuh, saya evakuasi anak anak ke aula SD, saya langsung berdiri di dekat aula karena waswas. Pas nunggu itu tiba-tiba langsung rebah, pelan-pelan rebahnya," kata Juliana kepada Korankaltim.com, Senin (4/12/2023) siang tadi.
Pohon tersebut merusak atap ruang UKS dan ruang kepala sekolah, sementara ruang belajar masih berjarak beberapa meter dari lokasi pohon tumbang. Pohon tumbang juga menutupi jalan masuk menuju sekolah. "Kami liburkan dulu proses belajar sampai proses penanganan pohon tumbang ini selesai dikerjakan. Kemungkinan Kamis atau Jumat nanti sudah mulai kembali," ujar Juliana.
Terpisah, Pelakasana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Plt BPBD) Balikpapan Usman Ali mengatakan, proses evakuasi pemindahan pohon tumbang berukuran raksasa tersebut harus dilakukan secara hati-hati karena menimpa kabel PLN yang teraliri listrik bertegangan 20 ribu Watt. "Saat ini aliran listrik sudah diputus, kami lagi proses penebangan dibantu DLH, TNI, Polri dan relawan," kata Usman.
Pohon tersebut akan dipotong beberapa bagian. Penanganan awal, pihaknya akan menebang bagian tengah yang menutup badan jalan dan pintu masuk sekolah.
Usman memastikan tak ada korban jiwa dalam musibah pohon tumbang tersebut. Saat kejadian, siswa sekolah juga telah dievakuasi. "Kendala saat ini karena posisi pohon ini cukup tinggi, kami harus tebang dari atas, kemudian juga harus berhati hati ada kabel disitu yang tidak boleh terkelupas ataupun mengenai kabel," paparnya.
Untuk mempercepat penanganan pohon tumbang ada 30 personel baik dari BPBD Balikpapan, DLH, TNI Polri, juga relawan Balikpapan yang membantu. "Prosesnya kurang lebih 1 sampai 2 jam bisa kami selesaikan," pungkas Usman.
Editor: Aspian Nur