Media ini pun telah mencoba menelusuri langsung kantor BPPJN. Disana hanya terlihat beberapa petugas kebersihan dan sekuriti keamanan dan menjelakan kantor dihari Jumat memang sepi, pegawai biasanya pulang lebih awal karena harus menjalankan ibadah.
"Biasanya jam 11-an, karyawan sudah pulang, paling tinggal beberapa orang saja," kata petugas keamanan yang enggan menyebutkan Namanya kepada Korankaltim.com Jumat (24/11/2023) hari ini.
Sebagian karyawan disebutkannya sebagian besar memang tidak tinggal di Balikpapan. "Rata-rata mereka (karyawan) memang dari Samarinda. Kalau pimpinan di Jakarta," jelasnya.
Petugas tersebut pun hanya memastikan tak ada penyegelan yang terjadi di Kantor BBPJN Kaltim paska OTT KPK kemarin. Karyawan masih bekerja seperti biasanya. "Gak ada penyegelan, kalau disegel saya gak bisa masuk kerja sekarang," tutupnya.
Kantor BBPJN Kalimantan Timur di Balikpapan memang jadi sorotan menyusul OTT yang dilakukan KPK kemarin karena diduga terkait operasi senyap yang dilakukan lembaga anti rasuah tersebut.
Dari OTT tersebut KPK mengamankan 11 orang, masing-masing diantaranya 7 orang pemberi suap dari pihak kontraktor dan 4 orang merupakan penerima dari pejabat Kementerian PUPR Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.
Sumber media ini juga menyebutkan OTT berlangsung di Balikpapan. Mereka yang diamankan KPK pun diduga sempat diamankan ke Polda Kaltim. Namun, setelah media ini mencoba menkonfirmasi ke Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo, dirinya tak mau banyak berkomentar soal OTT tersebut. "Nanti biar KPK yang memberikan keterangan (rilis)," ujar Yusuf singkat.
Editor: Aspian Nur