"Pembangunan PLTS ini merupakan upaya PLN mendukung IKN menjadi kota hijau, futuristik dan berkelanjutan, sehingga listrik yang dihadirkan berbasis pasokan ramah lingkungan," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
PLTS dibangun melalui subholding PLN Nusantara Power (NP) bekerja sama dengan perusahaan energi asal Singapura, Sembcorp Utilities Pte. Ltd. PLTS berada di kawasan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Ditargetkan rampung dan beroperasi pada Mei 2024. "Kami mendukung penuh infrastruktur kelistrikan hijau agar IKN menjadi ibu kota terbaik di mana semuanya akan berbasis kota berteknologi canggih," ujarnya.
Menariknya, sistem kelistrikan yang bersumber dari energi bersih untuk IKN didukung dengan teknologi kecerdasan buatan. "Berbasis Artificial Intelligence (AI) paling mutakhir dan indah secara estetika. Jaringan kabel di bawah tanah sesuai dengan konsep green, smart, dan beautiful," sebut Darmawan.
Selanjutnya, PLN juga akan membangun zona energi terbarukan (renewable energy zone) sebagai pusat riset, bisnis, pendidikan dan inovasi. PLN akan melakukan kolaborasi dengan seluruh mitra terbaik yang tergabung dalam sebuah ekosistem besar.
Kemudian untuk menopang kebutuhan listrik hijau, PLN juga memetakan dan memanfaatkan potensi hidro yang ada di sekitar IKN untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas sampai dengan 1.000 MW.
Dengan begitu, sistem IKN 100 persen akan berbasis pada energi baru terbarukan (EBT) yang juga sesuai dengan komitmen PLN yakni mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060. "Dengan memanfaatkan potensi energi bersih di Indonesia demi kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya," pungkas Darmawan.
Sedangkan Presiden Jokowi menyebut pembangunan PLTS sebagai keseriusan pemerintah melalui PLN dalam menyiapkan sistem kelistrikan yang andal dan berbasis pada energi ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan listrik di IKN. "Ini adalah pionir PLTS di IKN, kapasitasnya masih bisa dinaikkan kalau memang dibutuhkan," kata Jokowi.
PLTS akan mereduksi emisi sampai dengan 104.000 ton CO2 per tahunnya. PLTS ini mampu memproduksi energi hijau sekitar 93 Giga Watt Hour (GWh) per tahun."Pertanyaan selanjutnya, listriknya ada tidak? Siap atau tidak? Katanya green energy? Di mana? Pertanyaannya sore ini (kemarin) langsung terjawab," kata Jokowi.
Jokowi juga meminta agar jalur kelistrikan di IKN harus tertanam di bawah tanah untuk memastikan estetika tetap terjaga. "Saya minta sejak awal kabelnya jangan kelihatan mata. Harus semuanya ground cable, dimasukkan ke kapling di bawah tanah, masa kita membangun Ibu Kota yang bagus seperti ini, kabelnya di atas," tuturnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kesepahaman bersama antara PLN dengan Otorita Ibu Kota Negara terkait pengembangan Green National Capacity City melalui pembangunan ekosistem ketenagalistrikan terintegrasi untuk IKN.
Editor: Maruly Zainuddin