Sebagian daerah di Kaltim saat ini telah terjadi hujan lokal yang berpindah-pindah posisinya ke arah Barat. Hujan lokal akan sering terjadi mulai dari Balikpapan, Samarinda, sebagian Kutai Kartanegara hingga ke Kutai Timur.
Kepala BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto mengatakan, pada peralihan musim yang terjadi saat ini, Kalimantan Timur berpotensi dilanda terjadinya cuaca ekstreme selama beberapa pekan ke depan.
"Sekarang ini sudah terjadi hujan-hujan lokal yang tidak berbarengan, dan nanti akan lebih sering terjadi hujan sore hari," kata Kukuh, Minggu (22/10/2023).
Hujan lokal yang melanda, lanjut Kukuh akan terjadi dengan intensitas lebat dengan durasi pendek yang akan lebih sering terjadi mulai sore ke malam hari. Kukuh pun meminta masyarakat didaerah perbukitan untuk lebih waspada pada peralihan musim saat ini.
Pasalnya, perpindahan musim dari kemarau kering yang terjadi akan berpotensi tinggi pada terjadi longsor di daerah tinggi seperti perbukitan.
"Nah itu kalau awal musim kyak gini resiko tertingginya adalah daerah dengan kemiringan tinggi yaitu daerah rawan longsor, seperti diperbukitan," kata dia.
Selain longsor, potensi cuaca ekstrem lainnya pun akan terjadi di Kaltim. Seperti angin kencang, puting beliung hingga sambaran petir.
"Cuaca ekstrem nya tinggi, lebih cenderung ke angin, petir kemungkinan bisa saja karena kemarin kemarau kering," ujarnya.
Sementara musim hujan akan lebih sering terjadi pada kisaran Desember, Januari hingga pada Februari 2024 mendatang. Di Balikpapan sendiri, Kukuh memprediksi hujan lebat akan lebih sering terjadi pada awal tahun 2024.
"Puncaknya itu di kisaran Desember dan Januari hingga Februari. Nanti saat puncak musim hujan lebih cenderung ke ektremenya yang menyebabkan banjir," tutup dia.
Editor: Maruly Zainuddin