Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Bitab Riyani menerangkan, kedua pelaku perampokan masing-masing bernama Alan Prayoga (23) dan Ramadhan Nur Prasetyo (23). Keduanya ditangkap kurang dari 12 jam setelah aksi perampokan terjadi. Satu pelaku diringkus tak jauh dari lokasi kejadian, sementara satu pelaku lainnya diringkus di rumah kontrakan.
"Kami juga turut mengamankan barang bukti sabit dan pisau yang digunakan pelaku untuk mengancam pekerja toko serta uang tunai hasil kejahatan senilai Rp 1.050.000," kata Bitab, Jumat (20/10/2023).
Kepada polisi, kedua pelaku mengaku beraksi saat toko hendak tutup. Mereka masuk dengan memanfaatkan celah pada roling door yang tidak tertutup rapat. Kemudian kedua pelaku berupaya mengejar para pekerja toko dan mengambil sejumlah uang yang berada di meja kasir.
Pelaku kemudian mencari pekerja toko yang bersembunyi di lantai dua. Kemudian keduanya masuk ke dalam ruang brankas yang masih tergantung kuncinya serta mengurasnya.
"Pelaku berupaya mendobrak pintu kamar mandi dan mengarahkan sabit ke arah para pekerja. Pelaku saat itu meminta kunci pintu depan kemudian kabur ke arah hutan," terang bitab.
Para pelaku ini terancam hukuman kurang 9 tahun penjara. Polisi menjerat keduanya dengan pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan.
Diberitakan sebelumnya, aksi pencurian dengan kekerasan atau perampokan menyasar sebuah toko ritel di Perum Pesona Bukit Batuah, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara. Dua pria tak dikenal todongkan sajam saat para pekerja hendak menutup toko tersebut, Rabu (18/10/2023) sekira pukul 22.30 WITA.
Kedua pelaku kemudian memaksa masuk ke dalam toko ritel sambil mengacungkan senjata tajam yang dibawa ke arah pekerja. Pelaku kemudian meminta uang kepara pekerja serta mengancam dengan sajam.
Kedua pelaku pun berhasil mengambil sejumlah uang dari para pekerja yang telah terancam. Panik dengan kondisi tersebut, pekerja yang didominasi perempuan itu kemudian berteriak histeris. Teriakan itu kemudian didengar warga sekitar.
"Warga dengar teriakan pekerja toko, jadi pada kesini semua. Nah informasinya ada maling didalam, karyawannya juga masih didalam," kata salah satu warga, Bambang.
Pelaku yang telah dikepung oleh warga kemudian mematikan lampu. Tak berselang lama, warga pun mengambil balok dan batu untuk berjaga-jaga karena mengatahui kedua pelaku yang berada didalam toko dilengkapi dengan sajam.
Tak berselang lama, warga mendengar suara benda jatuh dari arah samping toko. Rupanya salah satu pelaku berusaha melarikan diri ke semak-semak dibelakang toko.
"Kami jaga di depan semua, karena mau coba masuk ke dalam toko. Ternyata satu pelaku lompat dari lantai dua terus lari kesemak di belakang. Satu pelaku lagi masih di dalam," kata Ketua RT 72 Batuah, Opri.
Warga kemudian mengejar pelaku pertama yang melarikan diri, namun tak berselang lama satu pelaku lainnya nekat menerobos kepungan warga dipintu depan toko sambil mengacungkan sajam yang dibawanya.
Warga yang terkejut kemudian berusaha menangkap pelaku, namun karena pelaku membawa sajam, warga pun tak berhasil menghentikan pelaku. "Dia keluar langsung lari dari pintu depan toko. Pelaku ini berhasil kabur karena dia keluar sambil mengacungkan sajam, warga gak ada yang berani mendekat," kata dia.
Meski warga telah berupaya mengejar kedua pelaku, namun pelaku berhasil kabur melarikan diri. Sementara para pekerja yang sempat tersandera pun mengalami trauma dan menangis.
Editor: Maruly Zainuddin