Menurut Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Wilayah I Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Fathurrahman, faktor cuaca paling berdampak terhadap ketersedian air di dua sumber air masyarakat Balikpapan tersebut, dimana hingga saat ini di Balikpapan sangat minim terjadinya hujan.
Fathur menjelaskan, elevasi Waduk Manggar saat ini berada pada level 8,23 meter. Padahal secara normal, elevasi waduk yang mampu menampung hingga 15 juta kubik air ini berada pada level 10,30 meter. Sementara pada Bendungan Teritip, elevasinya saat ini berada pada 19,75 meter dari kondisi elevasi normal 21,50 meter. "Kalau tanpa hujan atau kondisi ekstrem, Waduk Manggar hanya bertahan hingga November. Sementara Bendungan Teritip kami prediksi hingga akhir bulan Oktober," ungkap dia.
Melihat kondisi tersebut, BWS Kalimantan IV akan terus berkoordinasi dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) untuk menurunkan kapasitas pompa di waduk dan bendungan tersebut.
Karena, jika terus dilakukan pengambilan air dengan jumlah normal, maka air pada waduk dan bendungan dipastikan akan semakin cepat habis. Fathur juga telah membahas kemungkinan ke depan dengan melakukan penggiliran layanan air dari PDAM agar air tidak cepat habis.
Editor: Maruly Zainuddin