Menyikapi hal tersebut, pihaknya sudah melakukan beberapa kali mediasi dalam rangka membantu pemerintah menyelesaikan masalah tersebut. Diakuinya, dalam pertemuan itu ada sejumlah poin yang disepakati. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya di lapangan kedua pengembang tidak melaksanakan kesepakatan yang telah ditelah dibuat.
"Hal itu membuat masalah banjir di GPA berkelanjutan. Sampai saat ini ada warganya yang sampai mengungsi bahkan mereka sudah mengungsi semua. Ditambah dalam beberapa pekan terakhir genangan air semakin tinggi," ujarnya, Minggu (24/9/2023).
Ia katakan, pihaknya juga telah dua kali melakukan pertemuan bersama Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) dan terakhir pengembang perumahan GPA tidak hadir. Menurutnya dalam hal ini dari Daun Village yang lebih kooperatif.
"GPA gak hadir dan akhinya pertemuan tetap dilaksanakan untuk mencarikan solusi terkait banjir itu. Maka dari OPD (organisasi perangkat daerah) akan menyampaikan ketingkat atas kepada Sekda maupun wali kota agar segera kedua pengembang dipertemukan kembali. Sebenarnya kesepakatan itu sudah ada, hanya tidak dijalankan oleh satu pihak yaitu dari GPA," bebernya.
Adapun kesepakatan yang didapatkan adalah, dari pihak Daun Village bersedia membuka jalur atau parit ke wilayah GPA. Akan tetapi dalam hal ini pihak Daun Village meminta GPA bersama -sama terkait dengan pembiayaan.
"Jadi biaya yang ditimbulkan sama -sama ditanggung. Akan tetapi dari pihak GPA tidak mau, akhirnya buntu proses mediasi dan terkatung katung sampai saat ini karena hanya pihak Daun Village yang mau melakukan itu, sementara itu dari pihak GPA tidak bersedia. Bahkan mereka pihak GPA diundang pun tidak datang,"jelasnya.
Disisi lain, saat banjir dirinya sudah kerap menyuarakan agar di areal tersebut di suplai pompa air, dan itu pun baru dikirim dua hari lalu setelah ada demo.
"Pompa air itu untuk solusi jangka pendek, dan untuk jangka panjangnya kita harus menemukan kedua belah pengembang ini untuk mencari solusi bagaimana agar genangan air bisa diatasi," jelasnya.
Selain itu dia tegaskan, jika memang langkah mediasi ini tak juga menemui titik terang, pihaknya mendorong pemerintah untuk melakukan tindakan tegas atau upaya hukum. "Apakah itu nantinya berhubunga dengan perizinan mereka, dan itu solusi terlahir. Karena kasihan juga masyarakat yang ada di sana jika dibiarkan berlarut-larut," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin