Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan IPTU Hendrik Saragih menerangkan, penemuan tengkorak itu pertama kali diketahui saat dua kuli bangunan sedang memperbaiki rumah. Saksi pertama Bernama Wawan (38) yang berada di lantai dua saat itu kesulitan untuk masuk ke dalam ruangan yang terkunci. Wawan pun berinisiatif untuk masuk melalui jendela kamar.
Rumah yang telah lama tak dihuni itu terlihat kotor dan penuh dengan jaring laba-laba. Setelah berhasil masuk ke dalam kamar, saksi satu Wawan dikagetkan dengan temuan tulang belulang manusia yang berada di atas kasur.
"Pekerja bangunan yang temukan pertama kali. Rumah itu sudah lama ditinggal pemiliknya, sekitar 12 tahun menurut warga di situ," kata Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, IPTU Hendrik Saragih, Minggu (24/9).
Setelah itu, Wawan memanggil rekannya Marwoto untuk memastikan temuannya itu. Kemudian, mereka pun mendobrak pintu kamar serta memanggil ketua RT setempat untuk segera menghubungi pihak kepolisian.
Personel Polsek Balikpapan Selatan, Bhabinkamtibmas, Tim Inafis Polresta Balikpapan serta BPBD Balikpapan pun saat itu langsung menuju lokasi temuan kerangka manusia tersebut.
Petugas yang tiba di lokasi temuan saat itu mendapati tulang belulang tersebut telah mengering. Tulang tersebut terbaring di atas kasur, di dekat tulang juga ditemukan pakaian pria. Polisi menduga tulang tersebut berjenis kelamin laki-laki.
Pasalnya, di dekat kasur tersebut, polisi juga turut menemukan sejumlah botol mineral berisi air kencing serta belasan bungkus plastik sisa kemasan makanan ringan. "Kemudian tulang belulang itu kami bersama tim Inafis serta mitra Inafis melakukan evakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara," lanjut dia.
Hendrik melanjutkan, bahwa dua kuli bangunan yang diperintahkan pemilik rumah untuk merenovasi rumah tersebut telah bekerja selama sebulan. Saat pertama kali tiba, rumah tersebut kondisinya dipenuhi rumput ilalang.
Selama sebulan membersihkan dibagian luar, kedua pekerja itu juga tak pernah mencium aroma busuk dari dalam rumah. Mereka baru mengetahui, saat pekerjaan renovasi bagian dalam rumah. "Belum diketahui siapa identitas dari tulang belulang itu. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi.
Sementara pemilik rumah tersebut diketahui milik seorang pria berinisial ER yang tinggal di luar daerah beralamat di Surabaya. ER juga tak pernah meminta orang lain untuk meninggali rumahnya. "Pemilik tidak kenal dan tidak pernah meminta orang menghuni rumahnya. Masih kami selidiki penyebab kematiannya," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin