Aksi penganiayaan itu terjadi di sebuah laundry pakaian di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota. Aksi ini pun sempat terekam kamera pengawas dan tersebar di pesan singkat Whatsapp.
Salah satu saksi mata di lokasi kejadian yang turut melerai perkelahian itu, Bahaji menceritakan, kejadian bermula saat Bahaji bersama SP hendak melerai perkelahian antara MD (27) dan WN. MD merupakan penjaga guest house.
Sebelumnya MD dituduh selingkuh dengan KK yang merupakan istri WN. Namun, Bahaji memastikan tak ada perselingkuhan antara keduanya. Saat melerai, SP terkena bogem mentah dari WN. SP yang merupakan rekan kerja KK ini mendorong WN agar keduanya menghentikan perkelahian itu. Namun, WN justru tak terima dan menantang SP akan kembali lagi ke lokasi tersebut.
"Dia pergi dari sini, tapi sebelum pergi dia bilang akan kembali lagi. Nah kami curiga dia bakal kembali dengan bawa orang atau sajam (senjata tajam),"kata Bahaji, Senin (21/8/2023).
Bahaji pun sempat mencari bantuan ke sekitar lokasi kejadian, namun nahas saat itu di lingkungannya tengah sepi tak ada seorang pun yang melintas. Begitu pun dengan pos polisi yang berada di depan gang.
Dugaan Bahaji pun terjawab, WN kembali datang ke laundry tempat istrinya itu bekerja. Ia datang bersama rekannya dengan masing-masing membawa sajam di tangannya. Keduanya pun langsung melakukan penyerangan terhadap SP yang saat itu berada di depan loundry.
SP sempat melakukan perlawanan dengan mencoba meraih sajam yang dibawa WN saat itu, namun nahas wajahnya justru terkena timpasan. "Kena dibagian mukanya itu, tapi kyaknya itu parangnya tumpul jadi lukanya gak terlalu dalam. Tangan saya juga kena ini, tapi cuma besetan aja tumpul itu sajamnya,"jelas Bahaji.
Usai menimpas SP, kedua pelaku pun melarikan diri dari lokasi kejadian, sementara kendaraan yang dibawa kedua pelaku ditinggal di lokasi kejadian. Bahaji menerangkan SP saat itu sempat pingsan karena banyaknya darah yang keluar dari area wajahnya yang luka terkena timpasan parang WN. "Langsung kita bawa ke rumah sakit, karena banyak darahnya itu. Tapi Alhamdulilah gak ada korban jiwa masih selamat semua,"imbuhnya.
Bahaji menambahkan, WN memang kerap bermain ke laundry tempat istrinya itu bekerja. Saat datang, kondisi WN selalu dalam pengaruh alkohol alias mabuk. "Kadang dia geber-geber motor mancing-mancing emosi, tapi kami diam aja,"ungkapnya.
Dikonfirmasi ke Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Ricky Sibarani pun turut membenarkan kejadian tersebut. Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa penganiayaan dengan sajam tersebut. "Korban ini awalnya melerai, tapi pelaku tidak terima dan kembali ke TKP bawa teman dan sajam,"singkatnya.
Editor: Maruly Zainuddin