Menghindari semakin banyaknya rumah yang terdampak di kawasan itu, pembongkaran pun akhirnya dilakukan. Dampak dari pembongkaran itu, sebanyak 72 jiwa dari 19 rumah yang dibongkar, terpaksa harus mengungsi untuk sementara waktu.
Salah satu warga yang mengungsi yaknk Nur Sehan (52). Ia saat ini menumpang ke rumah tetangganya. Nur menceritakan, bencana longsor di kawasannya itu memang sudah sering terjadi, tepatnya sejak tahuh 2017 lalu. Dan puncaknya kemarin, setelah sebelumnya sebanyak lima rumah warga nyaris ambruk menimpa bangunan lainnya. "20 tahun saya tinggal di sini sama anak dan cucu, sekarang saya ngungsi ke rumah tetangga,"kata Nur, Selasa (25/7/2023).
Nur menumpang karena tak lagi memiliki uang yang cukup untuk menyewa rumah. Ia hanya bisa berharap dari kepedulian Pemerintah Kota Balikpapan untuk meringankan bebannya dalam membangun rumah yang ia tempati sejak puluhan tahun lalu. "Itu rumah satu-satunya, tidak ada rumah lagi sudah,"ungkapnya.
Ketua RT 61 Abdul Gani mengatakan, warga yang mengungsi itu akan dilakukan pendataan. Data itu nantinya akan ia ajukan ke Pemerintah Kota Balikpapan untuk mendapat bantuan. "Untuk sementara mereka mengungsi dulu bisa nyewa dengan biaya pribadi atau ya ke rumah keluarga,"singkatnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Usman Ali mengatakan, kondisi tanah di kawasan RT 61 Kelurahan Baru Ilir merupakan daerah rawan longsor.
Jauh sebelum saat ini, tepatnya pada era Wali Kota Imdaad Hamid bahkan warga yang bermukim di kawasan tersebut telah diperingatkan untuk segera pindah. Pemkot pun telah menyediakan santunan untuk warga saat itu. "Itu kejadian sudah lama, sejak zaman pak Imdaad Hamid (masih) wali kota warga diarahkan untuk meninggalkan lokasi itu. Santunan pun sudah disediakan,"terang Usman.
Ia menerangkan, sebagian besar rumah yang terkena musibah longsor itu tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Puncaknya pada Minggu (23/7/2023) kemarin rumah di kawasan tersebut kembali mengalami pergeseran.
Pemkot Balikpapan pun saat itu langsung bergerak. Sebelum melakukan pembongkaran, pemerintah telah berkoordinasi dengan warga yang bermukim. Dalam pembongkaran itu, setidaknya ada sebanyak 19 rumah warga yang dibongkar sebagai salah satu upaya menanggulangi bencana longsor di kawasan tersebut. "Kontruksi bangunan di kawasan itu memang cukup parah. Belum lagi kawasan itu masuk zona bencana longsor," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin