Adalah rumah milik suami istri bernama Surianto dan Samsiah yang berada di kawasan pesisir RT 06, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota tak kuat menahan gelombang ombak membuat tiang penyangga rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu roboh. Beruntung saat kejadian pasangan berusia 60 tahun dan 54 tahun itu berada diluar rumah.
Muhammad Ali, saksi di lokasi kejadian menjelaskan, musibah itu terjadi sekitar pukul 06.00 WITA pagi tadi. Saat itu, Ali yang masih tertidur pulas dikagetkan dengan suara seperti benturan keras dari dekat rumah kontrakannya. "Pas dengar bunyi langsung serentak bangun semua, pas lihat kebelakang ternyata rumah dibelakang roboh,"kata Ali kepada Korankaltim.com di lokasi kejadian pagi tadi.
Saat kejadian menurut Ali masih sebagian rumah milik Surianto dan Samsiah itu yang ambruk, tepatnya pada bagian belakang rumah, namun kuatnya gelombang laut membuat rumah itu roboh keseluruhan.
Melihat kondisi itu, Ali pun bergegas mengamankan diri. Ia khawatir dengan derasnya gelombang laut berimbas pada bangunan rumah lainnya yang berada di pesisir Klandasan. "Rumah itu kebetulan kosong, yang ada kami aja penyewa didekat sini,"imbuhnya.
Sementara Ketua RT 06 Siti Aminah menjelaskan kalau Surianto dan Samsiah memang tidak berada di rumah saat kejadian. "Mereka kebetulan menginap dirumah anaknya. Biasanya bolak-balik kesini ngecek kondisi rumah," ujar Siti.
Gelombang laut di pesisir Balikpapan dalam beberapa hari terakhir memang cukup besar. Sebelumnya dermaga yang biasa digunakan nelayan untuk menurunkan ikan dari kapal ke pasar Klandasan ambruk sebagian tiga hari lalu dan terjadi saat malam hari. Hanya saja dermaga tidak ambruk seluruhnya, namun akibat dihantam gelombang kondisi dermaga rusak berat.
Editor: Aspian Nur