Aisyah, warga yang bermukim di kawasan itu mengatakan, gelombang laut beberapa hari terakhir memang cukup besar. Puncaknya malam tadi, dermaga yang biasa digunakan nelayan untuk menurunkan ikan dari kapal ke pasar Klandasan ambruk sebagian.
"Tadi malam ini kejadian nya, besar gelombang sudah berapa hari ini," kata Aisyah kepada Korankaltim.com Selasa (18/7/2023) siang tadi.
Peralihan musim seperti saat ini memang kerap membuat gelombang laut cukup besar, ditambah angin selatan yang cukup kencang sehingga dermaga rusak saat dihantam air laut. "Angin selatan ini kencang. Memang sudah masuk musimnya,"imbuh Aisyah.
Sementara warga lainnya bernama Iyas mengatakan, sesaat setelah dermaga itu ambruk, warga berusaha untuk mengumpulkan sisa puing puing kayu dari dermaga. Puing itu dikumpulkan agar kayu dari sisa dermaga itu tidak terbawa gelombang laut yang bisa menghantam rumah warga nantinya.
Dengan gelombang yang tinggi, warga khawatir kayu yang terbawa bukan saja hanya menghantam bangunan rumah warga dipesisir, namun bisa merubuhkan bangunan rumah.
"Ramai tadi malam, sebagian warga mengambil kayu sisa dermaga untuk dikumpulkan. Takutnya malah terbawa gelombang menghantam rumah warga kalau tidak dibersihkan,"ujar Iyas.
Editor: Aspian Nur