Kondisi tersebut membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan berharap proses pembangunan jembatan laying atau fly over segera di realisasikan di kawasan tersebut
Kepala Dishub Balikpapan Adwar Skenda Putra menyampaikan hal itu kepada Korankaltim.com Senin (17/7/2023) hari ini.
Dari hasil evaluasi mereka, sebenarnya kendaraan diatas 10 ton tidak boleh lagi masuk dalam kota. "Tapi kan saat ini ada proyek nasional yang tidak bisa dihindari dan akses jalannya hanya melewati itu saja (Muara Rapak). Harapan kami fly over segera diwujudkan sambil kami melakukan evaluasi mengenai jalan tersebut," kata Adwar.
Dishub Balikpapan berharap masyarakat agar kedepan bisa lebih memahami di areal jalan turunan Muara Rapak terdapat jalur khusus untuk truk. "Nanti markanya akan kami tambahin lagi," jelasnya.
Kecelakaan yang terjadi kemarin karena out of control dari sopir karena kendaraan kecil itu masuk di julur truk sehingga ketika turunan kendaraan kecil rem mendadak, membuat sopir truk trailer kaget.
"Jarak rem mobil truk itu lumayan, hampir tiga meter. Alhamdulillah cepat disterilkan dan diselesaikan kekeluargaan. Kelangkapan kendaraan truknya juga semua lengkap," papar Adward.
Diketahui kecelakaan di turunan atau tanjakan Muara Rapak kemarin terjadi pukul 10.50 WITA pagi hari, melibatkan truk trailer KT 896P CI dengan kendaraan roda empat jenis minibus Kijang Innova KT 1120 MB. Sebelum terjadi lakalantas, Innova yang dikemudikan Agus Sundarto warga Kelurahan Batu Ampar datang dari arah Somber menuju Rapak dengan melintasi Jalan Soekarno-Hatta. Mendekati simpang Rapak, truk trailer berhenti di lajur sebelah kanan atau lajur kendaraan besar.
Dari arah belakang datang truk trailer dikendarai oleh Edi Bastian. Karena jarak yang dekat truk berupaya menghindar dan membanting stir ke kanan, mengakibatkan bagian depan truk trailer tersebut membentur bagian belakang mobil Innova. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Editor: Aspian Nur