Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Rasmid mengatakan, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Menurutnya, gempa yang terjadi merupakan gempa dari sesar yang sama sepekan lalu pada Selasa (20/6/2023).
"Dari sesar yang sama, di ujung barat disimpang sudah pecah, kemudian di tengahnya di situ Mahulu juga pecah sudah dua kali, sama-sama 2 kali itu,"ucap Rasmid kepada Koran Kaltim, Selasa (27/6/2023).
Saat ini, lanjut Rasmid ada peningkatan aktifitas pada sesar atau patahan yang terjadi di Kalimantan. Peningkatan aktifitas itu terjadi sejak 2022 lalu, di Kaltim sendiri peningkatan aktifitas gempa telah terjadi sebanyak 13 kali terhitung sejak 1- 27 Juni 2023.
Gempa-gempa kecil yang terjadi itu, menurut Rasmid biasanya merupakan gempa pendahuluan sebelum kemudian disusul gempa dalam skala yang lebih besar. "Itu fenomena pendahuluan ya mudah mudahan itu tidak terjadi ya, tapi tetap kami monitor itu," lanjut Rasmid.
Editor: Maruly Zainuddin