Tujuh rumah itu terendam air setinggi satu meter lebih yang membuat empat kepala keluarga dengan total 18 jiwa tak bisa beraktifitas. Sebagian warga bahkan harus mengungsi akibat rumahnya tak bisa lagi ditempati.
Salah satu warga yang terdampak, Agus mengatakan, genangan air itu terjadi akibat hujan deras yang melanda Balikpapan pada Selasa pekan kemarin. "Biasanya memang banjir, tapi surutnya cepat. Baru ini kejadian pertama sampai seminggu,"ucap Agus, Senin (26/6/2023).
Menurut Agus, genangan itu terjadi akibat saluran drainase di perumahaan tersebut tertimbun proyek. Akibatnya, saluran air menjadi buntu dan tak bisa mengalir, belum lagi perumahaan itu juga tak memiliki bozem atau tampungan air. "Saluran airnya memang masuk ke perumahan lain. Jadi ya cuma bisa berharap aja sekarang,"imbuhnya.
Selain harus mengungsi, Agus juga mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat barang-barang di rumahnya terendam air. Pasalnya saat kejadian, Agus hanya terpikirkan untuk mengungsikan keluarganya.
Air yang menggenang sudah sepekan itu pun kini telah mengeluarkan bau tak sedap dan telah berubah warna. Ia mulai khawatir, genangan air itu bisa mengganggu kesehatan keluarganya terutama untuk anak-anak. "Beberapa anak-anak bahkan sudah ada yang mengalami gatal-gatal pada bagian kakinya. Belum lagi nanti jadi sarang nyamuk,"lanjutnya.
Sebelumnya, Agus mengatakan mediasi sempat terjadi antara warga, pengembang dan pemerintah. Namun, pertemuan itu tak membuahkan hasil hingga saat ini. "Kami berharap ini bisa cepat dituntaskan,"harapnya.
Editor: Maruly Zainuddin