Pasalnya, jalan tersebut ditutup seorang warga pemilik ahli waris tanah menggunakan seng, hanya menyisakan celah kecil diantara rumah untuk warga lain melintas, padahal tanah itu sebelum disemenisasi telah dilakukan negoisasi dan disepakati untuk dihibahkan dan digunakan menjadi jalan umum.
Akses jalan utama penghubung menuju pemukiman warga di RT 79 dan RT 80 itu ditutup menggunakan seng setinggi kurang lebih 2,5 meter. "Sudah ketiga kalinya ditutup. Yang terakhir ini sudah dua mingguan, kami warga sudah bosan bongkar-bongkar jalan ini," kata seorang warga berinisial RT kepada Korankaltim.com Rabu (7/6/2023) hari ini.
Penutupan akses jalan warga itu sejatinya sudah terjadi sejak tahun 2022 lalu. Warga pun membongkar paksa penutupan pertama yang dilakukan seorang ahli waris, namun jalan itu tak lama ditutup kembali.
Sebidang tanah itu mulanya merupakan tanah yang dihibahkan oleh perusahaan disekitar agar bisa menjadi akses jalan untuk dilalui sementara sebidang lagi merupakan tanah milik 6 ahli waris. Menurut RT, mulanya ke 6 ahli waris itu bersedia untuk menghibahkan tanah itu menjadi jalan warga.
"Jadi luas tanah yang digunakan untuk jalan yang juga telah disemenisasi itu lebar total 5,5 meter. Hanya saja ada satu ahli waris yang kemudian menyoal kembali hibah itu," ungkap RT.
Padahal sebelumnya ahli waris yang menutup jalan itu juga telah menandatangani surat hibah tanah pada tahun 1997 lalu yang juga ditandatangani oleh pejabat kelurahan setempat. "Kok sekarang ini malah disoal lagi. Padahal lahan yang 1,5 meter itu sudah beres dan bukan warisannya dia," ungkapnya.
Setelah berulangkali dilakukan penutupan, berbagai pemangku kepentingan kemudian dihadirkan untuk melakukan mediasi antara ahli waris dan warga pada awal Desember 2022 lalu. "Sudah sepakat. Tapi sekarang malah kami (warga) yang disomasi oleh satu ahli waris itu. Dia menggugat supaya hibah dibatalkan,"sebutnya.
Sejumlah media pun telah berusaha untuk mengkonfirmasi persoalan penutupan jalan namun setelah didatangi kekediamannya yang berada berdampingan dengan akses jalan itu, tak ada respon sedikitpun yang didapat.
Editor: Aspian Nur