Pemuda berusia 27 tahun yang tinggal di perumahan PT Her, Sepinggan, Balikpapan Selatan tersebut, berangkat ke tanah suci menggantikan ayahnya yang telah meninggal dunia pada tahun 2020 lalu.
Dimas menceritakan, almarhum ayahnya itu telah mendaftar haji pada tahun 2012 silam. Sesuai jadwal, ayahnya akan berangkat haji pada tahun 2020 lalu.
Namun, pada tahun 2020 sakit bawaan di tubuh ayahnya kembali kambuh. Belum lagi pada tahun itu Covid-19 tengah mewabah hampir di seluruh dunia, tak terlepas di Indonesia.
"Jadi saya gantikan ayah saya, selain itu saya juga anak laki-laki satu-satunya di keluarga,"ucap Dimas kepada Korankaltim, Jumat (26/5/2023) petang kemarin.
Tak pernah ada di benak Dimas untuk pergi ke tanah suci di usia muda. Namun berkat dorongan keluarga serta keyakinan diri untuk membahagiakan almarhum ayahnya, Dimas pun pergi mengurus peralihan nomor porsi ayahnya.
"Saya mau mendoakan ayah saya di sana (tanah suci). Semoga ayah saya bahagia di surga-Nya,"ungkap Dimas.
Sesuai jadwal, Dimas berangkat bersama 299 calon jemaah haji asal Kota Balikpapan pada kloter pertama dengan menumpang pesawat Garuda Airbus 330900, melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Editor: Rusdianto