Kedua investor tersebut akan membangun hunian ASN di wilayah yang berbeda. Konsorsium Triniti membangun di wilayah West Residence WP1A-1 dan Nindya membangun di wilayah West Government WP1A-1.
Kepala OIKN Bambang Susantono menyampaikan, dua investor nasional yang telah mendapatkan SIPP telah siap membangun hunian ASN bersama dengan tiga investor sebelumnya.
"Dengan ada tambahan dua investor yang membangun hunian ASN diyakini dapat mempercepat pembangunan Nusantara. Sehingga tahun depan, ASN dapat mulai pindah," kata Bambang dalam rilis yang diterima Korankaltim.com Jumat (31/3/2023) pagi ini.
Kebutuhan hunian ASN sangat banyak, yakni harus bisa menampung 16.990 ASN di tahun 2024 dan akan terus bertambah setiap tahunnya. "Maka dari itu, peluang investasi di hunian ASN masih sangat terbuka," imbuh Bambang.
Tiga investor sebelumnya yang mendapatkan SIPP adalah PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon), Konsorsium Nusantara (RBN CCFG) dan Korean Land and Housing Corporation (KLHC). Para investor tersebut ditargetkan untuk menuntaskan pekerjaannya pada 2024.
Presiden Direktur dan CEO PT Perintis Triniti Properti Tbk, Ishak Chandra berharap kepercayaan yang diberikan menuai dukungan stakeholder dalam pembangunan IKN.
"Mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak dan stakeholder, kami bisa memberikan kontribusi yang positif kepada pemerintah dalam ikut berpartisipasi membangun Ibu Kota Negara," harapnya.
Keikutsertaan ke proyek IKN ini juga sesuai dengan visi Triniti Land yang kini tengah mengembangkan kawasan hunian dan pariwisata berbasis prinsip-prinsip berkelanjutan (sustainability) serta mendukung prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
ESG merupakan prinsip dan standar pengelolaan bisnis perusahaan yang mengikuti kriteria-kriteria tertentu agar berdampak positif bagi lingkungan, sosial kemasyarakatan, dan tata kelola usaha.
Terlebih karena IKN menjadi proyek besar yang mendukung net-zero emission dan hanya akan mengembangkan 25 persen dari area Nusantara, sedangkan 75 persen menjadi area hijau berupa hutan yang dilindungi (65 persen) dan area hijau untuk produksi pangan (10 persen).
Senada, Direktur Utama PT Nindya Karya, Haedar A Karim mengatakan bahwa sudah menjadi komitmen pihaknya untuk selalu hadir bersama pemerintah dalam pembangunan nasional
"Pembangunan Nusantara sangat penting bagi masa depan Indonesia. Nusantara akan menjadi katalisator pembangunan Indonesia, terutama di wilayah timur. Nindya bangga dapat ikut serta dalam pembangunan Nusantara," papar Bambang.
Ia menambahkan Nindya juga mendapat dukungan dana dari Danareksa sebagai induk holdingnya.
"Nindya berinvestasi Rp1,42 triliun dimana Nindya sebagai Member Holding Danareksa sepenuhnya mendapat dukungan Financial dari Induk Holding Danareksa," tutup Bambang.
Editor: Aspian Nur