Pencurian terjadi pada Jumat (17/2/2023) malam sekira pukul 19.00 Wita di kawasan Jalan Soekarno Hatta KM 23 tepatnya gedung shelter BMKG Geofisika Stasiun III Balikpapan Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan Rasmid menjelaskan, aki tersebut berfungsi sebagai power atau penyuplai daya untuk peralatan pendeteksi gempa di wilayah Balikpapan.
"Otomatis kalau tidak ada aki semua peralatan di shelter itu mati semua dan akinya itu spesial jadi semua akinya dikirim dari Jerman yang tahan lama kualitas bagus,"ungkap Rasmid, Minggu (26/2/2023) sore.
Tercatat ada 12 unit baterai aki merek sonnenschein SB12V-185A, 1 buah solar controller type momingstar Prostar 15 M, 1 buah modem type evolution type X3, 1 buah encorder camera M7014, 1 buah switch type moxa EDS316 dan 1 buah modem teltonika-Rut 955. "Kerugian mencapai Rp170 juta yang paling mahal itu aki karena memang kualitas baik dan tahan lama,"tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa aki tersebut berfungsi untuk menghidupkan komponen sesmograf sebagai pencatatan getaran tanah dan mengaktifkan alat komunikasi.
"Untuk menyuplai itu semua jadi ada untuk menyalakan sesmograf sebagai jantung kemudian power komunikasi data dari shelter ke Jakarta. Jadi itu pakai solar cell untuk mengecas aki,"beber Rasmid.
Implikasi yang terjadi ketika komponen itu tidak berfungsi kata Rasmid, maka praktis peralatan itu off. "Akibatnya semua komponen peralatan mati. Itu alat pecatat gempa bumi diseluruh Kalimantan salah satunya di Balikpapan kita memiliki 14 titik alat pendeteksi salah satunya di Balikpapan jadi kalau alatnya mati kita tidak bisa maksimal memberikan informasi,"katanya.
Diketahui aksi pencurian itu, ketika petugas curiga signal dari shelter BMKG Geofisika Stasiun III Balikpapan tidak berfungsi dalam waktu lama pada Jumat (17/2/2023) sore.
"Dari kantor kami terdeteksi off jadi sinyalnya tidak masuk, kami pikir karena jaringan komunikasinya tetapi sampai beberapa jam, kemudian petugas kami memeriksa karena matinya lama, ternyata didapati pintu shelter sudah jebol, ketika dicek ternyata aki dan modem sudah hilang. Kemudian kami melapor ke Polisi." jelasnya.
Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Utara Iptu Sunar mengatakan usai mendapatkan informasi dari petugas Geofisika BMKG Balikpapan sebagai korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. "Selanjutnya kami melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku sebanyak dua orang beserta barang bukti hasil kejahatan," ujarnya.
Diketahui pelaku mengambil barang-barang yang berada dalam gedung shelter berupa 12 unit baterai aki merek sonnenschein SB12V-185A, 1 buah solar controller type momingstar Prostar 15 M, 1 buah modem type evolution type X3, 1 buah encorder camera M7014, 1 buah switch type moxa EDS316 dan 1 buah modem teltonika-Rut 955.
Modus operandi kedua pelaku berinsial W (32) dan S (46) dengan cara mencongkel pintu gedung yang terkunci." Pelapor curiga saat sinyal di Kantor BMKG Sepinggan off setelah itu pada hari Jumat (17/2) sekitar pukul 19.00 wita pelapor bersama teknisi melakukan pengecekan di TKP ternyata barang-barang sudah tidak ada," jelasnya.
Saat ini pihak Polsek Balikpapan Utara tengah mengembangkan kasus tersebut. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana di atas 7 tahun penjara.
Editor: Rusdianto