Kendati Kalimantan Timur masuk dalam status kondusif namun aksi terorisme juga pernah terjadi. Bahkan pelaku Bom Bali I Ali Imron pernah bersembunyi di wilayah Pulau Brukang, Kutai Kartanegara dan berhasil diciduk pada 13 Januari 2003 silam.
Belum lagi kasus Bom Gereja Oikumene, Samarinda pada 2016 lalu serta serangkaian penangkapan terduga teroris di Balikpapan.
Menurut Yusuf, Polda Kaltim dan Densus 88 terus menjalin hubungan baik dan pembinaan dengan para mantan Narapida Teroris (Napiter) maupun Napiter yang masih menjalani hukuman."Tentu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama melakukan pembinaan," kata Yusuf..
Perwira menengah berpangkat tiga bunga di pundak ini juga menyebut terus melakukan pemantauan terhadap orang maupun kelompok yang diduga mengarah kepada aksi terorisme. "Untuk detailnya kami tidak bisa menjelaskan," katanya.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V.Thirdy Hardmiarso secara terpisah menyebut mereka akan kembali meningkatkan penjagaan. "Bukan hanya di Mako Polresta saja, tapi semua penjagaan yang ada di semua instansi Polri baik itu Polda polres Polsek dan pos-pos lalu lintas yang ada," kata Thirdy.
Peningkatan kewaspadaan tersebut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti yang terjadi di Bandung. Meskipun begitu, selama ini masih belum ada penambahan personel untuk pengamanan di pos-pos maupun pintu masuk Polresta Balikpapan.
Dia meminta kepada masyarakat yang datang ke kantor polisi untuk membuka kacamata dan helm, kemudian pengendara mobil membuka kaca untuk mengenali siapa saja yang masuk di polres.
"Kan kami tidak tau siapa yang datang terlebih yang tidak lapor baik yang menggunakan motor maupun mobil," sebutnya.
Diapun yakin tim Forensin mampu menguak identitas serti motif dari peristiwa berdarah yang menewaskan 1 orang polisi tersebut terlebih aksi tersebut terjadi disalah satu instansi Polri.
"Ini kan yang disasar kantor polisi. Nah, tempat lain yang membahayakan kehidupan masyarakat harus menghadapi kelompok-kelompok yang memiliki ideologis seperti ini," tutup Thirdy.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur