Pun demikian, Rahmad belum menentukan waktu yang tepat untuk melakukan rapat koordinasi dengan partai koalisi untuk menentukan dua usulan nama bakal calon wakil wali kota Balikpapan."Politik kan cuma dunia aja ji, nanti diatur, "tandasnya.
Tercatat, Partai Golkar dengan 11 kursi mengusung Risty Utami Dewi Nataris istri almarhum Thohari Azis sebagai bakal calon wakil wali kota Balikpapan. Disusul PDI Perjuangan dengan 8 kursi yang sebelumnya mengusung Budiono kini berubah menjadi Risty Utami Dewi Nataris bersama PPP yang memiliki tiga kursi.
Partai Gerindra dengan 6 kursi mengusung Sabaruddin Panricalle sedangkan PKS 6 kursi mengusung mantan Sekdakot Balikpapan Sayid MN Fadli. Partai Demokrat dengan 4 kursi mengusung Denni Mappa. Adapun, PKB dan Perindo dengan masing-masing 1 kursi mengusung Alphad Syarif.
Diberitakan sebelumnya, Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan Deni Mappa menilai, seharusnya ada langkah konkret sehingga adanya kepastian bacalon wakil wali kota Balikpapan yang akan diusung.
"Melihat perkembangan sekarang ya ini semua penguasa yang mengatur, melihat perkembangan sampai saat ini dan belum ada kelanjutan maunya apa sebenarnya ?. Kami juga tidak bisa berbuat banyak karena ini sudah antar legislatif dan eksekutif yang mengatur kita lihat saja perkembangannya."kata Deni kepada media ini, Minggu (9/10/2022).
Menurutnya, praktik politik saat ini tidak berjalan baik. Dia berharap para partai pengusung bisa duduk bersama dan dialog memutuskan dua nama untuk diusulkan ke Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud.
"Tapi yang saya lihat ini ada pengaturan antara legislatif dan eksekutif terkait pemilihan bakal calon wakil wali kota Balikpapan. Kalau Demokrat sendiri dijadikan kawan kami siap untuk menjadi kawan yang baik namun ketika menjadi lawan kami akan menjadi lawan yang tangguh. Kita lihat 2024 kalau memang perkembangan saat ini sudah tahu kalau ada pengaturan dari penguasa."bebernya.
Menurutnya, ihwal pemilihan Bacalon wali kota Balikpapan seharusnya Partai Golkar lebih aktif berkoordinasi dengan partai pengusung pada Pilkada 2020 lalu.
Menurutnya saat ini ada penggiringan opini bahwa Walikota yang memilih dua nama Bacalon Wakil Walikota Balikpapan. " Sekarang kan banyak penggiringan opini bahwa Walikota yang harus memilih dua nama itu padahal berdasarkan Undang-Undang tidak seperti itu, dari semua partai pengusung itulah yang memilih dua nama melalui Walikota yang selanjutnya diteruskan ke DPRD,"bebernya.
Penulis :Yudi Hadi
Editor: Maruly Zainuddin