Kemudian menyusul Balikpapan Timur dengan 63 kasus, Balikpapan Kota 183 kasus, Balikpapan Tengah 175 kasus, Balikpapan Utara 198 kasus, dan di Balikpapan Barat 112 Kasus."Yang tertinggi di Balikpapan Selatan, dan yang paling rendah di Balikpapan Timur," jelasnya.
Diakuinya untuk Balikpapan Selatan merupakan kasus yang tertinggi beberapa tahun lalu. Dan sempat mengalami penurunan saat pihaknya mengadakan program kelambu air. "Akan tetapi sekarang naik lagi. Memang di Balikpapan Selatan itu, menjadi kecamatan yang paling tinggi kasus DBD nya," paparnya.
Meski demikian, diakuinya dalam hal ini Dinkes Balikpapan juga sudah melakukan sosialisasi. Selain itu, pihaknya juga telah mengaktifkan kader juru pemantau jentik (Jumantik).
"Jadi kader Jumantik ini yang memeriksa jentik nyamuk dari rumah ke rumah. Itu semua di bawah binaan Puskesmas. Kami juga telah menyiagakan Puskesmas dan rumah sakit untuk mewaspadai kasus DBD. Baik itu menyiapkan obat-obat menyiapkan cairan infus, dan koordinasi PMI jika butuh trombosit, dan kalau memenuhi syarat untuk foging, yang pasti kami lakukan foging," pungkasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Maruly Zainuddin