Sayangnya, ajang untuk melepaskan penat untuk masyarakat Kota Beriman di akhir pekan itu dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab untuk mengambil keuntungan, dalam hal ini adalah tukang parkir.
Ya, dibalik suksesnya acara dan kegembiraan masyarakat, keluhan tetap terlontar terutam dari tarif tiket parkir yang disebut tak masuk akal.
Seperti diketahui dalam kupon parkir tertera, Rp 10 ribu untuk pengendara sepeda motor dan Rp 40 ribu untuk kendaraan roda empat. Dalam kupon parkir yang diberikan tertulis nama LPM Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.
Agustina, warga Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara mengaku dirinya terkejut karena langsung dimintai uang parkir ketika baru turun dari kendaraan.
Tina, sapaan akrab Agustina, yang datang naik motor dimintai uang Rp 20 ribu oleh salah seorang petugas parkir. "Padahal yang tertulis Rp 10 ribu, saya dimintai Rp 20 ribu. Baru turun motor sudah disuruh bayar," kata Agustina kepada Korankaltim.com Senin (29/8/2022) siang tadi.
Juru parkir di lokasi tersebut berkata kepada dirinya, apabila tidak mau membayar, silahkan parkir di tempat lain. "Kalau gak mau, gak usah parkir disini," ucap Tina menirukan perkataan salah seorang petugas parkir.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LPM Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Ghazali memastikan mereka sebenarnya tidak mengambil keuntungan dari pengelolaan parkir di Stadion Batakan.
Menurut Ghazali, pihaknya hanya mewadahi sejumlah ormas yang mengajukan untuk mengelola parkir pada saat acara tersebut. Total ada 28 ormas yang terlibat dalam kegiatan penarikan tarif parkir di Stadion Batakan Balikpapan saat acara itu.
"Kalau bicara pengelola memang kami mengatasnamakan LPM Manggar, tapi di dalam itu sebagaimana hanya untuk mewadahi ada 28 organisasi pemuda dan ormas yang bergabung," ucapnya.
Sesuai kesepakatan bersama ormas uang dilibatkan, bahwa uang yang terkumpul akan dibagi rata-rata ke masing-masing ormas. Diakui Ghazali uang parkir dikumpulkan tidak ada yang disetor ke kas daerah, seluruhnya dibagi rata dengan ormas yang terlibat.
"Hasil kesepakatan semua OKP dibagi rata. Murni kami tujuannya turun kesana, bukan untuk mencari sesuap nasi, tapi lebih menjaga kondusifitas ketertiban yang ada di Balikpapan Timur," tegasnya.
Tidak semua lahan parkir yang di Stadion Batakan Balikpapan dikelola oleh LPM Manggar, karena ada lahan yang diluar langsung dikelola oleh pemilik lahan.
Sehingga dirinya mengaku dalam kegiatan konser music itu dari para OKP pihaknya hanya mengumpulkan uang parkir sebesar Rp28 juta, dikurangi biaya makan dan minum sekitar4 juta.
Dengan 300 personel, tersisa anggaran sebesar Rp23 juta yang mereka bagi. Jadi setiap OKP itu mendapatkan Rp840 ribu.
"Saya menjaga agar ormas ini tidak terjadi bentrok miskomunikasi makanya saya turun, sehingga diwadahi bersama-sama. Pada dasarnya LPM tidak mencari keuntungan disana," pungkas Ghazali.
Penulis:Laeko
Editor: Aspian Nur