"Jadi dalam latihan di Amborawang dimulai dengan teori kelas selama 4 hari dan itu sudah dilakukan kemudian hari ini memperkenalkan miles, ini juga alat mereka (US Army,Red) jika dilihat ini ada sensor terus senjata khususnya juga ada penghubung ini sistem untuk membuat latihan realitas," jelas Andika kepada media ini disela kegiatan.
Dalam kunjungannya ini Andika Perkasa didampingi sang istri Hetty Andika Perkasa serta Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan serta jajaran pejabat utama Kodam VI Mulawarman lainnya.
Kendati para prajurit menggunakan peluru hampa, namun dengan menggunakan teknologi miles tersebut akan memberikan sinyal sehingga ketika tentara tertembak maka akan memberikan peringatan.
"Walaupun pelurunya bukan peluru tajam itu peluru hampa tapi ini AI (Artificial Intelligence) sudah berteknologi komputer sehingga kalau ditembak dan orangnya kena dia akan memberikan tanda bunyi, kena pelurunya juga spesifik di tangan atau di dada. Jadi walaupun menggunakan peluru hampa tetap tidak boleh main-main. Sembunyinya kalau tidak bagus pasti kena, itu teknis," jelas Andika.
Sejumlah perlengkapan tempur canggih juga dipamerkan, seperti drone black hornet yang dilatihkan dalam kegiatan itu. Tujuan utama Latma Super Garuda Shield ke- 16 2022 ini untuk meningkatkan interaksi antar kedua belah pihak. "Interaksi ini juga interprobolitas, sama-sama belajar, termasuk teknologi kedua belah pihak," pungkas Andika.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur