Namun lebih lanjut dari laporan Pemkot Balikpapan yang ia terima, melonjaknya kasus di Kota Minyak tersebut disebabkan oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dan warga Balikpapan yang baru pulang liburan.
“Ada 10 ABK (Anak Buah Kapal) yang terdeteksi positif Covid-19. Itu terdeteksinya di Balikpapan, jadi masuk dalam laporan mereka,” kata Basuki, Senin (11/7).
Ia menerangkan lonjakan kasus masih disebabkan oleh impor case, atau kasus-kasus yang masuk dari luar daerah. Namun jika tidak ditangani dengan serius, maka potensi penyebaran di kalangan masyarakat sangat mungkin terjadi. “Nanti kan dari satu ke satu orang lain. Terus begitu sampai menyebar terus. Makanya harus lekas ditangani,” tegasnya.
Pihaknya pun menambahkan, untuk ABK yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini menjalani karantina di kapal mereka. Kapal tersebut merupakan kapal berbendara Singapore yang mengangkut Virgin Coconut Oil (VCO) dari perusahaan di Pelabuhan Kariangau Balikpapan.
Basuki memperingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, jika tidak ingin kejadian-kejadian sebelumnya tertular. Terlebih banyaknya perusahaan-perusahaan di Kaltim membuat mobilitas masyarakat dari luar daerah yang masuk ke Kaltim tergolong tinggi. “Termasuk vaksinasi, harus dipercepat. Jangan merasa cukup dengan vaksin pertama dan kedua. Booster harus segera dilakukan,” tambah Basuki.
Saat ini diakuinya, capaian booster atau vaksinasi dosis ketiga di Kaltim baru menyentuh angka 31,89 persen. Masih jauh dari target.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Supiansyah