Ketika warga dan petugas mencoba memasuki rumah dalam kondisi sunyi. Petugas kemudian membuka paksa pintu rumah dan merangsek masuk lalu membuka kamar yang dikunci gembok.
Usai berhasil dibuka gembok itu, pemandangan memilukan terlihat tiga anak perempuan berusia belasan dalam kondisi tidur telungkup.
"Mereka bertiga itu tertelungkup semua, gemetaran badannya, mukanya juga jadi pucat banget karena nggak pernah kena matahari. Tapi nggak ada yang sampai diikat atau disumpel," ujar Ketua RT 28 Kelurahan Batu Ampar, Alpirawan.
Dia menceritakan bahwa kondisi di dalam kamar itu tidak ada ventilasi sehingga sirkulasi udara tidak ada dan pengap. Tidak hanya itu kamar tersebut juga tidak terkena sinar matahari. "Kondisi anaknya kurus karena kurang asupan makanan," katanya.
Dia mengatakan bahwa informasi adanya anak yang diduga dikurung oleh orang tuanya sudah mendengar satu tahun lalu. Di mana kecurigaan itu muncul ketika tiga anak perempuan itu tidak terlihat bermain dan sekolah.
"Awal curiganya, dari setahun lalu, si anak pertama itu nggak pernah turun sekolah. Jadi pihak sekolah datanglah nyariin ke RT, kok anak ini nggak pernah masuk sekolah," ujarnya.
Dia pun berinisiatif akan melaporkan kejadian itu ke petugas, namun terlebih dahulu warganya melapor dan dilakukan tindakan.
"Tapi ternyata sudah ada warga yang melapor duluan. Akhirnya ramai-ramai datang lokasi. Polisi, TNI, PPA, kelurahan, lengkap semua," jelasnya.
Diketahui hubungan sang orang tuanya tidak akur. "Rupanya suami istri ini sudah pisah ranjang. Suaminya takut juga sama istrinya, sudah beberapa waktu ini suaminya tidur di luar," tambahnya.
Pada saat itu, sang ibu tidak ada tempat, hanya ada sang suami yang hanya pasrah melihat anak-anaknya terkunci di dalam rumah. Saat ini ketiga anak perempuan itu ditangani oleh UPTD PPA Balikpapan untuk memulihkan kondisi psikologisnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah