Informasi dari salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Nelayan Muhammad Ardi Putra bermula sekira pukul 04.55 Wita. Ketika itu dirinya bersama dua ABK lainnya yakni Enal dan Bro beristirahat. Kemudian Enal terbangun usai merasakan adanya benturan kapal dan bunyi suara.
"Kami sedang tidur lalu ada teman kami Enal teriak bangun-bangun kapal terjepit ponton lalu kami langsung bangun. Aku buka tali ada yang tahan, tapi gak sempat karena angin kencang," ucap Ardi.
Posisi kapal kayu pada saat itu sedang sandar, sedangkan ponton, Ardi menduga tidak menurunkan jangkar sehingga ketika ada gelombang atau hembusan angin kencang dapat terbawa.
"Kapal ponton yang nabrak, posisi kami sandar terkena angin juga, itu kelalaian anggota ponton yang mau buat SD di Sepaku untuk memasang tiang panjang karena tidak turunkan jangkar," ujarnya
Dia menjelaskan tidak ada kerusakan pada lambung kapal yang berpotensi terjadi kebocoran akan tetapi kerusakan lebih di bagian atas kapal.
"Kerusakannya banyak ada kaca pecah, kayu penghalang matahari pecah, tiang untuk penahan gelombang di laut patah tidak ada kebocoran kapal, cuma bagian atas saja sampai tembus ke bawah mesin tiang penahan gelombang ada satu pecah," sebutnya.
Atas kejadian itu, sang pemilik kapal kayu Daeng Hari meminta pertanggungjawaban kepada pemilik ponton untuk diperbaiki. "Perkiraan kerugian gak tahu. Dari pihak ponton dia bakal ganti rugi yang kami minta, sudah ada itikad baik kita tinggal tunggu bagaimana selanjutnya. Hari ini mau langsung dibaiki katanya," tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah