Heru Setiawan, salah seorang supir yang melakukan aksi mogok engatakan, aksi ini dilakukan oleh sopir truk kontainer, khsususnya yang memuat barang dari Pelabuhan Petikemas Kariangau, maupun dari Pelabuhan Semayang.
"Jadi hari ini sepakat kami melanjutkan aksi mogok mengirimkan logistik dari pelabuhan KKT ke gudang-gudang. Yang tujuannya untuk mencabut SK wali kota yang baru ini, agar diberlakukan SK yang lama," ujarnya.
Tak hanya itu, dalam kesempatan itu aksi ini juga berkaitan dengan kuota BBM solar subsidi yang diharapkan agar ditambahkan kuotanya. Sehingga tidak terjadi antrean.
"Karena di sini ada yang mengantri sempai 3- 4 hari belum dapat sampai sekarang ini. Walaupun dapat itu dijatah, hanya boleh mengisi Rp1 juta untuk truk tronton kalau hitungan solarnya hanya 194 liter itu bisa dipakai hanya dua hari. Dan kita ngantre dua sampai tiga hari lagi, ni yang kami perjuangkan," tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Elvin Junaidi saat dikonfirmasi perihal tuntutan para sopir kontainer belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. "Nanti, masih sibuk terima telepon," pungkasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Supiansyah