Kordinator lapangan (korlap), Herawati mengatakan, tujuan kedatangan mereka ke kantor dewan adalah ingin mempertanyakan secara langsung penyebab kelangkaan minyak goreng ini.
"Apalagi mau dekat puasa, kami harapkan agar harga minyak goreng ini bisa stabil saja," ujarnya kepada awak media.
Bahkan, kata dia, dengan kelangkaan minyak goreng tersebut, dirinya harus mengantre di swalayan dan itu pun belum tentu dapat.
"Kalau untuk perbulan saya pribadi ini biasanya membutuhkan minyak goreng sebanyak 5 liter. Untuk sekarang ini sangat susah untuk mendapatkan minyak goreng di warung terdekat pun juga jarang karena keburu dibeli sama yang lain, " jelasnya.
Kedatangan puluhan Ibu-ibu tersebut disambut baik oleh anggota DPRD dengan menggelar dialog guna mencarikan solusi terkait kelangkaan minyak goreng tersebut.
Usai dialog Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, bahwa kelangkaan minyak goreng ini sudah terjadi hampir sepekan. Bahkan seperti yang disampaikan ibu-ibu bahwa walaupun mendapatkan minyak goreng harganya bisa sampai dua kali lipat.
"Jadi kami sampaikan kepada mereka kami akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan melibatkan perwakilan ibu-ibu untuk turun bersama-sama. Kemudian, kami akan mengundang Dinas Perdagangan dan Satpol PP," tambahnya.
Ada dua poin yang ingin disoroti nantinya. Yakni, berkaitan dengan kekosongan dan kebaikan harga minyak goreng di Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Sasarannya adalah tokoh-tokoh besar dan distributor. Kalau perlu nanti kami libatkan aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas. Karena kelangkaan minyak goreng ini sudah sangat mengganggu," tandasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Supiansyah