"Sehingga saat ini virus yang menyebar campuran, ada varian Omicron dan ada varian Delta," kata Andi Sri Juliarty, Kamis (17/2/2022).
Varian itu terdeteksi melalui tes laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) dan hasil tes S-gene Target Failure (SGTF) untuk mendeteksi kasus probable atau diduga Omicron.
"Hasil tes SGTF sudah ada juga dari Labkesda Provinsi," sebutnya.
Bahkan tenaga kesehatan turut terpapar Covid-19. "Saat ini lebih 70 tenaga kesehatan sudah positif," ucapnya.
Perempuan yang akrab disapa dokter Dio ini juga menyampaikan terdapat tiga kasus kematian akibat Covid-19 pada Rabu (16/2/2022) kemarin. Ketiga pasien merupakan orang lanjut usia (lansia).
"Ketiganya lansia, memiliki penyakit komorbid, dan semua belum divaksin," ungkapnya.
Sehingga ia mengimbau semua masyarakat terutama lansia agar segera divaksin. Selain tetap mematuhi protokol kesehatan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas.
"Waspada, kasus semakin naik, pakai masker dua lapis," imbaunya.
Adapun cakupan vaksinasi Covid-19 Kota Balikpapan per Kamis (17/2/2022) hingga pukul 10.00 WITA, untuk dosis pertama sebanyak 114,94%, dosis kedua 101,81%, dan dosis ketiga atau booster (lanjutan) mencapai 7,9%.
Rinciannya, vaksinasi khusus lansia dosis pertama 79,24%, dosis kedua 73,31%, dan dosis lanjutan 18,74%.
Selanjutnya untuk sasaran pelayanan publik mulai dari dosis pertama 143,13%, dosis kedua 132,06%, dan dosis lanjutan 6,49%.
Sedangkan vaksinasi dengan sasaran kalangan remaja pada dosis pertama 104,36%, dan dosis kedua 97,36%. Cakupan untuk masyarakat rentan dan umum antara lain dosis pertama 80,98%, dosis kedua 69,87%, dan dosis lanjutan 6,53%.
Kemudian terhadap sasaran tenaga kesehatan dengan rincian dosis pertama 157,39%, dosis kedua 154,16%, dan dosis lanjutan 127,35%. Terakhir khusus anak-anak usia 6-11 tahun pada dosis pertama 98,14% dan dosis kedua 78,72%.
Penulis: Hendra
Editor: Supiansyah