"Jadi ini adalah satu titik yang menentukan dimana pusat atau titik Istana Kepresidenan beserta seluruh wilayah pemerintahan yang nantinya ada di Ibu Kota Negara yang baru," sebut Puan.
Puan bersama rombongan mengunjungi titik nol yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk perkembangan IKN.
Konsep pembangunan pusat pemerintahan di titik nol IKN akan mencerminkan unsur modern dengan memperhatikan kondisi alam sekitar, mengusung konsep smart and green yang terbagi dalam beberapa kluster secara bertahap.
"Kluster yang akan difokuskan diawal adalah kluster pemerintahan beserta Istana Kepresidenan. Dibangun smart dan green karena memang itu cita-cita kita semua, ramah lingkungan namun modern," ungkapnya.
Pembangunan IKN Nusantara ini akan berbeda dengan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta karena pembangunannya dilakukan bertahap dan jangka panjang. Hal itu dikarenakan IKN di bangun di Kalimantan Timur melalui pemikiran yang panjang agar ada pemerataan pembangunan di Indonesia, bukan Jawa sentris melainkan Indonesia sentris.
Puan optimis perpindahan ibu kta dan konsep pembangunan yang smart and green akan membuat wajah Indonesia mencerminkan kemajuan dan bisa dikagumi oleh negara luar.
"Insya Allah nanti akan menjadi Ibu Kota Negara yang ideal bagi pemerintahan dan bangsa Indonesia. Kedepan wajah kemajuan Indonesia mungkin bisa menjadi satu wajah Indonesia yang dikagumi oleh negara luar, tempat bekerja putra putri terbaik bangsa Indonesia," tutup Puan.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur