Dari tinjauan itu, Alwi melihat banyak tumpukan sampah di kawasan perumahan atas air. Ia menilai tumpukan sampah ini diantaranya ada pembiaran dari DLH itu sendiri.
Dari pantauan awak media sendiri, di area pemukiman atas air itu banyak sekali tumpukan sampah yang tidak terurus. Dari setiap kolong rumah maupun jembatan pasti ada tumpukan sampah yang sengat banyak.
Jika sudah ditangani dengan serius, maka tidak mungkin terjadi seperti ini. Padahal, pihaknya juga sudah meminta kepada pihak DLH, dengan penambahan petugas yang menangani sampah di pemukiman atas air dengan memasukkan di anggaran APBD-P 2021, hanya saja laporan dari DLH tidak adanya penambahan.
"Saya sudah usulkan untuk penambahan petugas dan alat pengangkutnya di anggaran perubahan tahun 2021 ini, tapi saya tidak mengerti kenapa tidak dianggarkan, padahal ini sangat mendesak," tandas Alwi.
Alwi juga mengatakan, sejauh ini DLH kurang baik dalam berkomunikasi di internal dan koordinasi dengan pihaknya. Sehingga kejadian ini tidak bisa diselesaikan.
"Saya tidak mau tahu kalau memang ada permasalahan yang mengakibatkan tidak adanya penambahan petugas. Yang jelas saya sudah minta untuk ditambah petugasnya," tegas Alwi.
Ia menegaskan, untuk meminta secepatnya permasalahan ini bisa diselesaikan pada tahun ini, karena masalah sampah ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, karena memang sifatnya yang sangat urgen.
"Coba liat sekeliling wilayah ini penuh dengan sampah, bahkan di area puskesmas saja penuh dengan sampah, orang ke sana malah jadi sakit. Maka secepatnya kita akan lakukan RDP untuk masalah ini diselesaikan secepatnya," tegasnya.
Alwi juga menilai adanya penumpukan ini selain dari pembiaran dari petugas itu sendiri, kesadaran masyarakat juga masih sedikit tentang kebersihan.
"Masyarakat juga masih kurang dewasa dalam hal ini, padahal juga sudah disediakan tempah sampah. Sehingga harapannya selain pihak DLH membersihkan sampah ini masyarakat juga turut andil membersihkan lingkungan nya," ujarnya.
Nursyamsiarni mengatakan petugas yang menangani sampah di pemukiman atas air sebenarnya sudah ada, hanya saja belum maksimal dalam mengerjakannya.
Di lain sisi jika melihat luas area dan cakupan untuk petugas kebersihan areanya sangat luas, ditambah lagi intesitas sampah yang sangat banyak dari luar.
"Jadi area yang dijangkau petugas itu sangat luas, ditambah sampahnya yang masuk dari luar ke area pemukiman warga sangat banyak," ucapnya.
Dengan adanya kunjungan ini ke depannya, pihaknya dapat mengevaluasi untuk bisa secara maksimal dalam penanganan lingkungan khusus nya sampah yang ada di pemukiman atas air ini.
"Saat ini jumlah petugas yang menangani sampah hanya 11 orang, tahun depan ditambah menjadi 20 petugas kebersihan," pungkasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan