Bahkan, petugas yang tengah membersihkan halaman area Kantor MUI Balikpapan mendapati ular jenis piton yang tengah bersarang."Ya waktu dibersihkan sama santri ada yang nemuin ular," ucap Ketua MUI Balikpapan Habib Mahdar Abu Bakar Al Qadri.
Berlanjut lagi ketika di dalam kantor tampak sampah berserakan dan berdebu, tidak hanya itu properti kantor juga rusak seperti AC dan inventaris pendukung lainnya. Sejumlah plafon juga rusak hingga membahayakan karena berpotensi runtuh.
"Tapi saya sudah terjunkan santri-santri kami untuk membersihkan kantor. Sampahnya sampai empat ton itu ada semak-semak, batang pohon sama sampah rumah tangga,"ucap Habib Mahdar saat disambangi di Pondok Modern dan Panti Asuhan Nurul Khaeraat Lil Muhibbin, Jalan Mukmin Faisal, Sepinggan Baru, Sabtu (25/9/2021) siang.
Dia mengaku terkejut dan mempertanyakan bagaimana bisa kantor umat Islam justru tidak identik dengan kebersihan. "Annadhafatul minal iman, kebersihan adalah bagian dari iman seharusnya kantor MUI mencerminkan itu," tuturnya.
Dalam proses pembersihan kantor MUI Balikpapan dilakukan dalam kurun waktu dua pekan. "Ini masih proses pembenahan ada AC yang rusak sedang kami perbaiki lalu plafon juga rusak berbahaya takut runtuh,"jelasnya.
Dia berharap proses pembenahan kantor MUI dapat lekas selesai dan dapat difungsikan sebagaimana mestinya."Ke depan, InsyaAllah, kami akan menggunakan kantor ini untuk memfasilitasi semua program-program MUI dan tentu kemaslahatan umat," tandasnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan