Launching vaksinasi khusus ibu hamil ini juga dirangkai kesepakatan kerjasama dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan TP-PKK Kota Balikpapan.
Kegiatan dihadiri Wali kota Balikpapan H Rahmad Masud, didampingi Ketua PKK Balikpapan Nurlela, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan Andi Sri Juliarty dan Ketua Dewan Pembina POGI Kalimantan Timur Triseno Adji.
Masyarakat yang hamil diharapkan mengikuti vaksin dengan harapan bisa menekan angka ibu hamil yang terkonfirmasi positif dan penyebaran Covid-19.
"Kalau ada istri atau keluarga yang hamil silakan mendaftarkan. Ini cukup baik mencegah penyebaran virus di Balikpapan," ujar Rahmad Mas’ud.
Orang nomor satu di Balikpapan ini juga meminta masyarakat tak khawatir dan takut atas beredarnya kabar hoax mengenai efek dari vaksin ini karena vaksin ini sudah diteliti ahli.
"Tidak usah khawatir. Sampai saat ini tidak ada masalah juga bagi ibu hamil di seluruh Indonesia. Ini tugas pemerintah untuk melindungi warganya agar sehat," tutup Rahmad.
Sementara Andi Sri Juliarty mengatakan, layanan vaksinasi bagi ibu hamil akan terus dibuka di link pendaftaran yang yah disiapkan Pemerintah Kota Balikpapan.
“Kami buka terus untuk ibu hamil baik yang akan divaksin di Dome atau di puskesmas-puskesmasnya atau lewat dokter spesialisnya, intinya jangan putus komunikasi mencari informasi vaksinasi untuk ibu hamil,” kata Dio, sapaan akrab Andy Sri Juliarty.
Tahun 2020 lalu kasus ibu hamil meninggal dunia karena terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami kenaikan yang tinggi.
"Tahun 2020 kematian ibu di Balikpapan ada 11 kematian, dua diantaranya karena Covid-19 dan di tahun 2021 ini baru di bulan Agustus sudah terdapat 15 kematian, yang mana diantaranya karena Covid-19," sebut Dio lagi.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor: Aspian Nur