"Ya betul. Sudah dua hari berturut-turut, antara 20 sampai 30 pasien Covid mengunjungi UGD," kata Edy Iskandar, Jumat (2/7/2021).
Pasien rerata dengan keluhan sesak napas sehingga perlu oksigen banyak. Sementara ruangan UGD sudah penuh. Sehingga terpaksa ditempatkan pada selasar rumah sakit untuk sementara.
"Jadi supaya tetap bisa menangani, paling tidak pertolongan pertama oksigen. Kita siapkan tempat tidur juga," terangnya.
UGD, lanjut Edy, merupakan kawasan atau zona merah di RSKD. Rumah sakit milik Pemprov Kaltim ini tak memilki lahan untuk mendirikan tenda darurat untuk menampung lonjakan pasien Covid-19.
"Tenaga perawat nanti juga tidak sanggup memonitor pasien kalau tempat terlalu banyak," imbuhnya.
RSKD akhirnya membuka ruangan yang sebelumnya diperuntukkan bagi pasien non Covid-19. Tujuannya agar pasien Covid-19 yang sebelumnya memenuhi UGD dan selasar dapat memasuki kamar isolasi.
"Jadi pasien semalam sudah masuk ruangan semua dan kondisi pagi ini penuh. Sudah maksimal. Tidak bisa menambah ruangan lagi," ungkapnya.
Dibutuhkan dukungan rumah sakit lain terutama RSUD Beriman untuk penanganan pasien Covid-19. RSUD Beriman adalah fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kota Balikpapan.
"Bagaimana pemkot mengatasi hal ini. RSKD sudah penuh maka rumah sakit harus mem-back up. Menambah kapasitas lagi," pungkasnya.
Penulis: Hendra
Editor: Desman Minang