Ika, Ibunda Zahra kepada korankaltim.com menjelaskan anaknya berpamitan untuk main di sekitar rumah namun hingga malam tidak kunjung pulang. "Pamit bilangnya cuma main tapi sampai malam tidak pulang padahal biasanya sebelum Maghrib sudah di rumah. Saya cari di tempat biasa dia bermain juga tidak ada, Saya sudah lapor ke polisi sampai sekarang belum ketemu," kata Ika Kamis (1/7/2021) siang tadi.
Keseharian anaknya bermain hanya di sekitar rumah saja dan Zahra tidak mudah akrab dengan orang asing. "Keseharian main sendiri gak ada temennya juga. Saya tidak kepikiran sampai seperti ini ini karena dia memang sudah biasa main sendiri pulang ya pulang saja sore pulang. Kalau ketemu orang asing tidak gampang ikut. Kalau dia kenal pas lagi tidak suka ya gak mau apalagi orang asing (baru dikenal)," papar Ika lagi.
Jarak Zahra bermain dari rumah sekitar 20 meter dan bermain dengan anak-anak seumuran yang merupakan anak tetangganya."Paling cuma di gang sebelah, ya sudah disitu aja tidak jauh, mainnya sama teman seumuran," paparnya.
Zahra tidak pernah diberikan handphone oleh orangtuanya juga tidak dipakaikan perhiasan ketika bermain."Keluar main gak bawa apa-apa kalau di rumah ya main hp cuma main biasa aja kalau keluar rumah juga gak pakai perhiasan dikasih uang paling banyak Rp5 ribu buat jajan," jelasnya.
Ika tak mau curiga anaknya menjadi korban penculikan kendati sudah melihat rekaman CCTV. "Orang yang dicurigai sih tidak ada karena CCTV tidak jelas, buram. Daripada nuduh ya lebih baik dicari dulu titik terangnya memastikan dulu siapa," ucap Ika.
Kasus ini menurut Ika jadi pelajaran bagi orangtua lain anak harus selalu diawasi."Karena ada keteledoran saya juga ya kedepannya orangtua lebih memperhatikan anaknya biarpun main sama temen apalagi kemarin sendirian lebih diperhatikan lagi," pintanya.
Ika berharap aparat kepolisian lekas mendapatkan anaknya. "Pengen cepat ketemu kalau memang ada yang ambil ya kembalikan saja kalau baik-baik ya masih bisa dibicarakan," harap Ika.
Kapolsek Balikpapan Timur Kompol Fx Hartanta dikonfirmasi terpisah menjelaskan pihaknya sudah memeriksa rekaman CCTV yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Terlihat bahwa Zahra tampak akrab dibonceng oleh seorang pria menggunakan sepeda motor matik. "Dari rekama CCTV ada indikasi anak itu kenal dengan yang bersangkutan, jika anak usia 5 tahun tidak kenal ada kemungkinan akan teriak dan berontak," kata Hartanta.
Langkah yang dilakukan oleh Polsek Balikpapan Timur dengan mendatangi tempat kejadian bersama anggota Jatanras Polda Kaltim dan Satreskrim Polresta Balikpapan. "Kami dari Polsek Balikpapan Timur langsung mendatangi tempat anak itu hilang, saya sendiri juga di lokasi dibantu Jatanras Polda dan Polres hingga saat ini tim masih melakukan penyelidikan," paparnya.
Hal senada diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro. Menurutnya, Satreskrim Polresta Balikpapan juga ikut melakukan penyelidikan."Masih dalam lidik ada beberapa saksi yang kami minta keterangan seperti ibu korban, tetangga korban," sebut Rengga.
Polisi masih mempelajari terkait motif kasus tersebut mengingat orangtua korban mengurus anak tersebut sendirian."Jadi masih dipelajari motifnya dia orangtua tunggal karena sudah cerai dengan suaminya," jelas Rengga lagi.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur