"Perkenan saya untuk terakhir kalinya memakai baju kebesaran kepala daerah seperti sekarang ini sebagai bentuk pernyataan pamit diri," kata Rizal Effendi sambil terisak, Senin (8/2/2021).
Seperti diketahui, Rizal sudah hampir 10 tahun menjadi Wali Kota Balikpapan. Bahkan 5 tahun sebelumnya sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan mendampingi Imdaad Hamid.
"Secara resmi masa tugas saya berakhir 29 Mei 2021, akan tetapi apabila ada keputusan lain dari pemerintah, saya tentu harus siap," lanjutnya.
Rizal memaklumi apabila ada organisasi masyarakat yang tak lagi mengundangnya sebagai Wali Kota Balikpapan dalam setiap kegiatan. "Mungkin saya sudah dianggap mantan wali kota, tapi saya ikhlas menerimanya," ucapnya.
Sebagai kepala daerah, Rizal sadar mengemban amanat dan tugas itu penuh dengan suka dan duka. Bahkan tak lepas dari pujian, kekesalan hingga caci maki.
"Itulah romantisme pelayanan dalam melaksanakan amanah dan tugas pemerintah dan pembangunan," tuturnya.
Rizal lantas berpesan kepada pemimpin baru nantinya agar meneruskan perjuangan membangun Balikpapan menjadi kota yang nyaman dihuni dan berkelanjutan menuju Madinatul Iman.
"Saya mohon maaf kepada pemimpin kota yang baru, pemimpin kota yang ke 11. Saya masih meninggalkan pekerjaan rumah yang banyak dan berat," imbuhnya.
Rizal mengaku ikut filosofi air yang mengalir ketika ada pertanyaan, apakah dirinya benar-benar lengser ke prabon atau mencari medan perjuangan baru.
"Terus bergerak untuk bangsa dan negara, untuk Kaltim dan Balikpapan. Tapi sebagai manusia juga ada batas" tandasnya.[]
Penulis: Hendra
Editor : Rusdi