"Kami tidak bisa memastikan. Tapi disampaikan bahwa karakter virus ini penularannya lebih cepat dibanding yang lalu," kata Andi Sri Juliarty, Selasa (2/2/2021).
Virus jenis baru itu belum dapat dipastikan telah masuk Balikpapan karena harus melalui uji laboratorium biomolekuler. Walau angka kasus Covid-19 akhir-akhir ini naik sangat tinggi.
"Ketika kami temukan satu kasus dan dilakukan tracing, langsung cepat ketemu 7 dan sampai 20 kasus," sebutnya.
Posisi Balikpapan sebagai kota terbuka dan pintu gerbang Kalimantan Timur menjadi tujuan pendatang yang kebanyakan berasal dari pulau Jawa. Menjadi cukup rawan.
"OTG (Orang Tanpa Gejala) dari Jawa bisa jadi membawa virus ke sini. Walau pun misalnya, lab tidak mengambil sampel di Balikpapan," ujarnya.
Sedangkan Balikpapan bahkan Kalimantan tak memiliki laboratorium biomolekuler untuk penelitian virus mutasi. "Rata-rata labnya ada di Jawa," sebutnya.
Sementara Dinas Kesehatan telah menjalankan program vaksinasi Covid-19. Dikhususkan kepada tenaga kesehatan dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit dengan capaian 66,27 persen atau 4.685 menurut data per 1 Februari 2021.
Sehingga belum diketahui pula dampak vaksin terhadap mutasi virus tersebut. "Tentu akan diteliti lagi," tandasnya.
Penulis: Hendra
Editor : Rusdi