“Masih proses perekrutan dari tenaga yang ada, baik D3 maupun S1 dan tak perlu syarat STR (Surat Tanda Registrasi) perawat atau pun SIP (Surat Izin Perawat),” kata Edy Iskandar, Minggu (31/1/2021).
Sayangnya, jumlah pelamar belum sampai separuh dari tenaga perawat yang dibutuhkan. “Kalau ada yang mau bergabung ya segera saja masukan lamaran,” ucapnya.
Tenaga baru yang direkrut itu akan menjalani masa kontrak kerja selama enam bulan. Bisa diperpanjang dengan masa kerja yang sama apabila terjadi lonjakan kasus.
“Mereka dapat gaji atau honor serta insentif yang nilainya sampai Rp17 juta per bulan. Insentif dari Kementerian Kesehatan dan Pemprov Kaltim,” ungkapnya.
Tidak banyaknya calon perawat yang melamar disinyalir khawatir terpapar Covid-19. Kendati mereka dipastikan mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat lengkap.
“Padahal insentifnya sudah tinggi. Jadi berapa pun pelamar yang ada, ya kami tetap jalan,” ujarnya.
Selain itu, rekrutmen perawat untuk menunjang penambahan 40 tempat tidur pada ruang Intensive Care Unit (ICU) khusus bagi pasien terkonfirmasi positif dengan gejala berat. Tambahan ruangan ICU itu akan memanfaatkan gedung kanker terpadu.
“Kan gubernur sudah setuju. Jadi perkiraan kami, pemanfaatan gedung radiotherapy itu mungkin pada pertengahan Februari ini,” pungkasnya.[]
Penulis : */Hendra
Editor : Rusdi