“Pokoknya untuk Natal dan Tahun Baru,” kata Rizal Effendi, Senin (7/12).
Rencana tersebut berdasarkan keputusan pemerintah pusat dalam upaya menekan penyebaran Coronavirus Disease 2019 di saat musim libur. “Hari libur saja kan dipotong,” sebutnya.
Koran Kaltim melakukan konfirmasi kepada Kepala Disporapar Balikpapan, Doortje Marpaung yang mengatakan rencana penutupan objek wisata berdasarkan hasil diskusi bersama Satgas Penanganan Covid-19.
“Dinas Kesehatan juga menyampaikan, grafik kasus meningkat. Bahkan beberapa klaster juga bertambah,” kata Doortje Marpaung.
Penutupan objek wisata tak sekadar menyasar pantai Manggar. Melainkan ke seluruh destinasi yang turut dikelola swasta seperti pantai Lamaru dan Kemala. Termasuk pantai Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).
“Jadi mohon pengertian warga apabila surat edaran penutupan objek wisata telah diterbitkan,” ucapnya.
Disinggung mengenai dampak Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila pantai Manggar ditutup selama 8 hari, Doortje menyebut target sudah mencapai 140 persen pada tahun ini.
“Kalau PAD selama satu minggu itu ya sekitar Rp100 juta lebih,” pungkasnya.
Penulis : */hendra
Editor : Bambang Irawan