Diketahui ada sekitar 30 pedagang yang aktif berjualan dan mereka juga tidak ditarik retribusi. Bahkan pemakaian air dan listrik juga tak dipungut biaya.
“Tapi ya sepi, lokasinya kan juga jauh. Padahal sudah lebih setahun pasar ini ditempati,” ujarnya.
Dirinya bersama pedagang yang lain menginginkan Pemkot Balikpapan memberikan solusi agar pasar ini bisa ramai pengunjung. “Mungkin pasar malam bisa ditarik ke sini,” ucap pedagang ayam potong ini.
Komisi III DPRD Balikpapan yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Rakyat Karangjoang mengatakan pembangunan pasar itu menggunakan anggaran dari Dana Alokasi Khusus atau DAK.
“Kami tahu pada saat rapat anggaran dapatnya Rp600 juta. Begitu kita sidak, ya kondisinya memprihatinkan. Kami tanya kontraktor pelaksana, supervisinya, ya begitu keadaanya,” sebut Nazaruddin.
Tak hanya itu, beberapa bagian pasar juga ada yang longsor dan retak-retak, meski saat ini telah dilakukan perbaikan. “Tanahnya memang gerak, labil,” ucapnya.
Perbaikan pasar tersebut, lanjut Nazaruddin, masih tanggung jawab kontraktor. “Teman-teman media tahu lah. Kami tanta ke supervisi dan konsultan, tidak ada kontraknya. Mestinya nilai kontrak itu bisa dilihat,” tukasnya.
Sementara terkait sepinya transaksi di Pasar Rakyat Karangjoang dan keinginan pedagang untuk dicarikan solusi, dirinya enggan menjawab lebih jauh. “Kalau persoalan itu ranahnya Komisi II, kami di bagian pembangunannya saja,” pungkasnya. (hn)