“Jumlah itu berkaca pada 2017 lalu. Sehingga optimalisasi pemenuhan kebutuhan bahan bakar untuk 13 kloter penerbangan bisa dilakukan. Penyalurannya terbagi fase yakni keberangkatan dan kepulangan jamaah,” kata Yudi, Kamis (19/7).
Penambahan tersebut dialokasikan sebanyak 567 KL untuk fase pertama, dan 1505 KL untuk kebutuhan fase kedua. Alokasi yang berbeda secara signifikan itu disebabkan jalur penerbangan keberangkatan akan terlebih dahulu transit di Kota Padang di Sumatera Barat, sehingga pengisian avtur terkonsentrasi di 2 DPPU yang berbeda.
“Alokasi bahan bakar kepulangan lebih tinggi, dikarenakan pesawat yang kembali dari Jeddah akan terbang langsung ke tanah air tanpa melakukan transit. Sehingga kami menyiapkan tambahan alokasi lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Yudi.
Sama seperti tahun sebelumnya, penerbangan dari embarkasi Balikpapan akan menggunakan pesawat Boeing 747 berkapasitas 455 tempat duduk, dengan kebutuhan bahan bakar yang lebih tinggi dari pesawat yang biasa beroperasi di Bandara SAMS Sepinggan.
“Rata-rata normal penyaluran Avtur per bulan di Bandara SAMS Sepinggan adalah sebesar 375 KL. Sehingga konsumsi Avtur bulanan selama musim Haji 2018 diperkirakan meningkat 45 persen dari rata-rata normal,” terangnya. (hn518)