“Selain seminar, biasanya dalam FDI juga ada pertemuan atau meeting antar dokter gigi seluruh Indonesia. Bisa saja membahas tentang praktik dental yang sedang marak dilakukan oknum di luar profesi dokter gigi,” kata Sanil, kemarin.
Pasalnya, praktik dentalis itu merupakan ranah dokter gigi yang menempuh pendidikan spesialis selama 5 sampai 6 tahun di fakultas kedokteran. “Tapi oknum seperti tukang gigi, mungkin cuma kursus 2 minggu lalu buka praktik. Ini merugikan masyarakat,” ujarnya.
Dia juga menyayangkan maraknya informasi seperti promosi di media sosial terkait veneer atau pemutih gigi. Bahkan itu pun bukan dilakukan oleh ahli dental atau dokter gigi.
“Itu juga akan kita bahas sekaligus mengedukasi masyarakat terutama hal-hal yang lagi tren saat ini,” ucap Sanil yang kemudian ditimpali Pengurus Besar PDGI, Susyana Sutiono, DDS, bahwa FDI di Manado nanti untuk menambahkan ilmu para dokter gigi.
“Dalam FDI nanti, kita akan memberikan dan membahas berbagai macam masukan yang baru. Termasuk, perkembangan teknologi di dunia kedokteran gigi,” imbuhnya.
Pertemuan dalam FDI itu juga akan diisi empat pembicara dari luar negeri seperti Dr. Wong Li Beng, Prof. Patrick SK Tseng dari Singapura. Kemudian Dr. Bosca Wong dari Hongkong dan Son Young Whee, DDS. MSD dari Korea Selatan. (hn518)