“Ketiga faktor itu, kami yakini akan memberikan kontribusi inflasi di kota ini. Makanya perlu diambil langkah koordinatif agar pertumbuhan inflasi akibat kenaikan harga beberapa komoditas bisa ditekan,” kata Suharman Tabrani (6/7).
Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2018 tercatat 1,30 persen di kota Balikpapan. Capaian itu lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,35 persen.
Namun untuk inflasi justru lebih rendah dibanding dengan rata-rata inflasi selama 3 tahun terakhir yakni 1,45 persen. Sedangkan secara tahunan, inflasi IHK mencatatkan angka sebesar 2,55 persen atau lebih rendah dari nasional sebesar 3,12 persen dan Kalimantan Timur sebesar 2,60 persen.
“Peningkatan inflasi Juni 2018 didorong oleh faktor musiman Ramadan dan hari raya Idulfitri sebagaimana dengan pola historisnya dan ada tiga kelompok disgaregasi inflasi yang meningkat,” jelasnya.
Bahan makanan yang memberikan andil inflasi adalah kelompok ikan laut seperti layang, tongkol dan kakap sebesar 0,20 persen. Kemudian daging ayam ras dan telur ayam negeri andilnya 0,12 persen lalu dilanjut sejumlah sayuran yang berkontribusi 0,13 persen.
“Harga beberapa komoditas itu meningkat di pasaran seiring dengan menurunnya pasokan di saat permintaan konsumen mengalami kenaikan pada momentum lebaran. Tarif angkutan udara juga memberi andil 0,50 persen,” terangnya.
Sehingga Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID telah melaksanakan program pengendalian inflasi selama Ramadan dan Idulfitri 2018 yang meliputi pasar murah hingga pasar tani untuk komoditas pertanian strategis. (hn518)