“Sangat bagus. Konsisten. Ini sudah benar dan jangan lagi mengajukan proyek-proyek yang lain,” kata Rizal Effendi yang menyebut anggaran untuk persoalan itu sedang dibahas oleh tim yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah.
“Kami sangat menyambut baik kalau DPRD setuju untuk fokus kepada banjir karena ini lebih ke penanganannya, bukan sekadar menginspeksi saja. Nanti malah dibilang Wali Kota pembualan kalau cuma menginspeksi,” ucapnya.
Daerah yang menjadi fokus Pemkot Balikpapan mulai dari normalisasi sungai Ampal, kawasan pemukiman dan jalan yang kerap tergenang. “Termasuk di Balikpapan Timur yang menjadi titik baru banjir,” bebernya.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Haris mengatakan, pihaknya akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum untuk menjelaskan Detail Engineering Design atau DED penanganan banjir.
“Banjir itu yang prioritas. Jangan dulu mengajukan pembangunan gedung dinas seperti kantor lurah atau kantor camat. Kalau bisa mengontrak atau menggunakan bangunan yang sudah ada, itu jauh lebih baik,” katanya.
Anggota dewan, lanjut H. Haris, telah memberi contoh dengan menunda pembangunan gedung DPRD Balikpapan. “Kami berharap di anggaran 2019, Pemkot Balikpapan kembali memprioritaskan persoalan banjir. Kalau mau bangun gedung, sebaiknya gedung sekolah saja, karena itu prioritas pendidikan,” imbuhnya.
Sedangkan menyinggung pemagaran drainase, politisi dari Fraksi Demokrat ini meyakini itu tidak perlu dilakukan ketika banjir sudah bisa diselesaikan. Kecuali pemagaran drainase yang dianggap rawan karena berdekatan dengan jalan raya seperti di depan eks Puskib jalan Jenderal Ahmad Yani.
“Kalau infrastrukturnya bagus. Drainase sudah dilebarkan, maka tidak ada banjir sehingga tidak diperlukan pagar. Kalau yang daerah rawan, OK lah,” tukasnya.
H. Haris pun mempertanyakan pengerjaan drainase di kawasan Gunung Malang yang juga menjadi titik banjir. Mengingat aliran air di drainase tersebut mengecil akibat sedimentasi.
“Pengerukannya juga harus dilanjut dan masuk anggaran prioritas di APBD 2019 agar banjir tidak terus berulang. Saya yakin kalau itu dikerjakan rutin maka tidak ada lagi banjir,” pungkasnya. (hn518)